JAYAPURA – Persipura Jayapura akhirnya buka suara dan resmi melawan balik keputusan Komdis PSSI, bro! 🔥⚽ Tim berjuluk Mutiara Hitam itu dipastikan mengajukan banding setelah dijatuhi hukuman berat buntut kerusuhan usai laga play-off promosi melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, 8 Mei 2026 lalu.
Sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI memang nggak main-main. Persipura dihukum bermain tanpa penonton selama satu musim penuh di kompetisi 2026/2027 plus denda total mencapai Rp240 juta. Hukuman itu langsung bikin publik sepak bola Papua heboh karena dianggap sangat berat buat tim kebanggaan masyarakat Papua tersebut.
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tommy Mano, menegaskan manajemen tidak tinggal diam dan siap menggunakan hak banding yang diberikan PSSI. Menurutnya, hukuman tanpa penonton selama semusim sangat merugikan tim, baik dari sisi mental pemain maupun kondisi finansial klub.
“Persipura memecahkan rekor penonton terbanyak di Championship,” begitu salah satu poin yang disampaikan Benhur Tommy Mano saat menjelaskan alasan keberatan mereka terhadap hukuman tersebut. Kehadiran suporter dianggap punya pengaruh besar terhadap semangat pemain dan pemasukan klub dari tiket pertandingan.
Kerusuhan sendiri terjadi setelah Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga play-off promosi Championship 2025/2026. Kekalahan itu membuat Persipura gagal promosi ke Super League musim depan dan memicu chaos di sekitar Stadion Lukas Enembe.
Akibat kerusuhan tersebut, sejumlah fasilitas stadion rusak dan aparat kemudian melakukan penyelidikan hingga menetapkan beberapa tersangka. Situasi itu akhirnya membuat Komdis PSSI menjatuhkan hukuman berat kepada Persipura sebagai tuan rumah pertandingan.
Meski begitu, manajemen Persipura berharap Komdis PSSI bisa mempertimbangkan kembali keputusan tersebut dengan lebih bijaksana. Soalnya menurut mereka, dukungan masyarakat Papua terhadap Persipura selama ini sangat luar biasa dan jadi bagian penting dari identitas sepak bola Papua. 🙏🔥





