MANOKWARI – Kabar penting buat warga Papua Barat, bro! 🔥⛽ Pertamina Patra Niaga memastikan stok LPG nonsubsidi di wilayah Papua Barat masih aman dan tersedia cukup banyak buat kebutuhan masyarakat.
Per 14 Mei 2026, total stok LPG nonsubsidi yang tersedia tercatat mencapai 9.155 tabung. Jumlah itu terdiri dari 1.433 tabung LPG 5,5 kilogram, 7.602 tabung LPG 12 kilogram, dan 120 tabung LPG ukuran 50 kilogram.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat, Ahmad Sofyan Halim, bilang distribusi gas ke agen-agen resmi juga masih terus berjalan supaya nggak terjadi kekosongan stok di masyarakat. Bahkan saat ini masih ada tambahan 3.941 tabung LPG yang sedang dalam perjalanan menuju Papua Barat lewat jalur kapal laut. Estimasi pasokan tambahan itu bakal tiba sekitar awal Juni 2026.
Menurut Pertamina, ketahanan stok LPG 5,5 kilogram diperkirakan masih aman sampai 21 hari ke depan. Sementara LPG 12 kilogram bisa bertahan sekitar 36 hari dan LPG 50 kilogram sekitar 41 hari. Jadi masyarakat diminta tetap tenang dan nggak perlu panik beli berlebihan. 🙏🔥
Buat mencegah penimbunan dan aksi borong gas, Pertamina juga sudah koordinasi dengan empat agen resmi LPG nonsubsidi di Papua Barat. Sekarang pembelian LPG nonsubsidi wajib pakai KTP supaya distribusi lebih terkontrol dan nggak ada orang yang beli berkali-kali dalam jumlah besar.
Di sisi lain, harga LPG nonsubsidi di Papua Barat memang ikut mengalami penyesuaian karena biaya distribusi yang cukup tinggi. Untuk wilayah Manokwari misalnya, LPG 5,5 kilogram dijual sekitar Rp245 ribu per tabung, LPG 12 kilogram sekitar Rp495 ribu, sementara LPG 50 kilogram mencapai Rp2,5 juta per tabung. Harga ini dipengaruhi biaya pengiriman dari SPBE Ambon dan Surabaya ke Papua Barat.
Pertamina juga bilang mereka sudah menyiapkan langkah antisipasi kalau sewaktu-waktu terjadi gangguan pasokan LPG akibat kondisi geopolitik global. Salah satunya dengan menambah cadangan minyak tanah sebagai alternatif kebutuhan energi rumah tangga di Papua Barat.





