JAYAPURA – Bukan cuma tim Persipura yang kena hukuman berat dari Komdis PSSI, panitia pelaksana alias panpel pertandingan juga ikut terkena sanksi buntut kerusuhan di Stadion Lukas Enembe usai laga lawan Adhyaksa FC.
Komdis PSSI menilai panpel gagal menjaga keamanan dan ketertiban pertandingan, sehingga dijatuhi denda sebesar Rp20 juta. Hukuman itu tertuang dalam keputusan resmi bernomor 247/L2/SK/KD-PSSI/V/2026.
Kericuhan sendiri pecah setelah Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC di laga play-off promosi. Suporter yang kecewa turun ke lapangan, terjadi perusakan fasilitas stadion, sampai aksi anarkis di luar area stadion yang bikin suasana makin panas.
Nggak cuma itu, Persipura juga kena berbagai sanksi lain seperti larangan bermain dengan penonton selama satu musim penuh, plus total denda yang kalau dijumlah mencapai Rp240 juta. Rinciannya mulai dari flare, smoke bomb, petasan, invasi suporter ke lapangan, sampai pelemparan botol ke area pertandingan.
Banyak fans Persipura di media sosial langsung ramai membahas keputusan ini. Ada yang merasa hukuman tersebut terlalu berat, tapi ada juga yang berharap kejadian ricuh seperti ini bisa jadi pelajaran supaya sepak bola Papua tetap aman dan nyaman buat semua orang.





