JAYAPURA – Konflik di Papua kembali bikin hati miris. Di tengah saling tuding antara aparat keamanan dan TPNPB-OPM, warga sipil lagi-lagi jadi korban penembakan. Sampai sekarang, siapa pelaku sebenarnya masih jadi perdebatan dan belum ada titik terang.
Dalam beberapa insiden kontak senjata di wilayah Papua Tengah, baik aparat maupun kelompok TPNPB-OPM sama-sama saling menyalahkan atas jatuhnya korban warga sipil. Situasi ini bikin masyarakat makin bingung karena versi cerita dari kedua pihak berbeda-beda.
Komnas HAM bahkan ikut menyoroti kejadian ini dan meminta adanya penyelidikan yang transparan supaya publik tahu fakta sebenarnya di lapangan. Banyak pihak menilai masyarakat sipil tidak seharusnya jadi korban dalam konflik bersenjata yang terus berlangsung di Papua.
Sementara itu, aparat keamanan menyebut operasi yang dilakukan bertujuan menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat dari kelompok bersenjata. Di sisi lain, TPNPB-OPM juga membantah tuduhan yang diarahkan kepada mereka dan menilai ada informasi yang dipelintir.
Yang paling menyedihkan, masyarakat biasa justru jadi pihak yang paling terdampak. Banyak warga hidup dalam rasa takut, khawatir konflik sewaktu-waktu kembali pecah dan membahayakan keselamatan mereka.
Publik pun berharap pemerintah, aparat, dan semua pihak yang terlibat bisa benar-benar mencari solusi damai supaya konflik berkepanjangan di Papua tidak terus memakan korban warga sipil.





