NABIRE – Heboh di Nabire, Papua Tengah. Kementerian Kehutanan lewat Ditjen Gakkum Kehutanan baru aja membongkar aktivitas tambang emas ilegal yang diduga berjalan secara rapi dan terorganisir di kawasan hutan Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire.
Yang bikin publik makin kaget, dalam operasi tersebut petugas juga mengamankan tujuh warga negara asing (WNA) asal China yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal itu. Mereka sekarang masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak imigrasi dan aparat penegak hukum.
Penggerebekan ini dilakukan setelah ada laporan masyarakat soal aktivitas mencurigakan di kawasan KM 95 Unipo. Setelah dicek di lapangan, petugas menemukan aktivitas tambang besar-besaran lengkap dengan alat berat, kamp pekerja, sampai pondok operator.
Nggak main-main, tim gabungan menemukan sekitar 10 unit alat berat di lokasi. Dari kondisi di lapangan, aparat menduga aktivitas ini memang dijalankan secara profesional dengan pembagian tugas yang jelas, termasuk keterlibatan tenaga asing dalam manajemen teknis tambang.
Pemerintah pun menegaskan kalau praktik tambang ilegal seperti ini bukan cuma merusak hutan, tapi juga termasuk kejahatan serius yang terorganisir. Karena itu, operasi penindakan bakal terus dikembangkan untuk mengejar pihak-pihak yang diduga jadi pemodal maupun pengatur aktivitas tambang tersebut.
Kasus ini langsung ramai dibahas netizen. Banyak yang kaget karena aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan ternyata bisa berjalan cukup besar dan melibatkan WNA. Warganet juga berharap penindakan nggak berhenti di pekerja lapangan saja, tapi sampai ke aktor utama di balik tambang ilegal itu.





