JAYAPURA – Manajemen Persipura Jayapura akhirnya buka suara setelah dijatuhi hukuman berat oleh Komite Disiplin PSSI. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu memastikan bakal mengajukan banding atas sanksi larangan bermain tanpa penonton selama satu musim penuh plus denda Rp240 juta.
Ketua Umum Persipura, Benhur Tommy Mano, bilang keputusan tersebut sangat memberatkan klub, apalagi Persipura dikenal punya dukungan suporter yang luar biasa besar di Papua. Menurutnya, bermain tanpa penonton selama semusim bisa berdampak besar ke mental pemain sampai kondisi keuangan tim.
Persipura sendiri diberi waktu 14 hari untuk mengajukan banding sejak keputusan resmi diterima. Manajemen berharap Komdis PSSI bisa mempertimbangkan ulang hukuman tersebut dengan lebih bijaksana karena antusiasme masyarakat Papua terhadap Persipura dianggap jadi bagian penting perjalanan klub.
Sanksi berat ini muncul setelah kerusuhan yang terjadi usai laga play-off melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe pada 8 Mei 2026. Saat itu, suasana memanas setelah Persipura kalah tipis dan gagal promosi ke Liga 1.
Menurut manajemen, kehadiran suporter selama ini bukan cuma soal dukungan moral, tapi juga jadi sumber pemasukan penting dari penjualan tiket. Bahkan Persipura disebut sempat mencetak rekor jumlah penonton terbanyak selama kompetisi Championship berlangsung.
Banyak fans Persipura di media sosial juga langsung ramai mendukung langkah banding ini. Mereka berharap hukuman bisa diringankan supaya atmosfer sepak bola Papua tetap hidup dan Persipura tetap bisa bermain dengan dukungan penuh dari para pendukung setianya.





