JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua lagi serius benahi sektor perikanan di wilayah pesisir. Lewat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), mereka mulai fokus memperkuat rantai distribusi hasil laut supaya tangkapan nelayan nggak susah dipasarkan dan bisa punya nilai jual lebih tinggi.
Langkah awal pembangunan ini dimulai di Kabupaten Sarmi, yang dinilai punya potensi hasil laut besar banget. Nantinya program serupa juga bakal diperluas ke wilayah pesisir lainnya di Papua.
Kepala DKP Papua, Iman Djuniawal, bilang kalau selama ini salah satu masalah utama nelayan adalah distribusi hasil tangkapan yang belum maksimal. Karena itu pemerintah mulai dorong pembangunan fasilitas pendukung seperti cold storage atau gudang pendingin supaya ikan hasil tangkapan bisa bertahan lebih lama dan kualitasnya tetap bagus.
Bahkan, pemerintah juga ngajak investor buat ikut bangun fasilitas penyimpanan ikan di kawasan pesisir, terutama di Kampung Nelayan Merah Putih. Cold storage berkapasitas 30 ton disiapkan buat menampung hasil tangkapan nelayan sebelum dipasarkan ke luar daerah bahkan sampai peluang ekspor.
Nggak cuma gudang pendingin, Pemprov Papua juga mulai siapkan infrastruktur lain seperti dermaga, kapal pengumpul ikan, sampai fasilitas pendukung nelayan lainnya. Tujuannya jelas: bikin ekonomi masyarakat pesisir makin hidup dan hasil laut Papua bisa bersaing lebih besar di pasar nasional.
Program ini juga dianggap penting karena Papua punya potensi laut yang luar biasa besar, tapi selama ini belum dimaksimalkan sepenuhnya. Banyak warga berharap langkah ini benar-benar bisa membantu kehidupan nelayan, bukan cuma jadi proyek sesaat.





