JAYAPURA – Bursa pencalonan Ketua Asprov PSSI Papua makin panas dan jadi perbincangan publik. Nggak cuma satu atau dua, sekarang ada tiga nama yang mulai mencuat dan jadi sorotan.
Situasi ini bikin dinamika sepak bola Papua makin menarik buat diikuti. Banyak pihak mulai ngelirik siapa yang paling layak buat memimpin dan bawa perubahan ke depan.
Sejumlah nama mulai naik ke permukaan dan jadi bahan omongan di mana-mana—mulai dari medsos sampai tongkrongan pecinta bola di Papua.
Dari info yang beredar, ada tiga nama kuat yang lagi santer disebut bakal maju jadi Ketua Asprov PSSI Papua. Persaingannya mulai kerasa panas!
Ketiganya dinilai punya modal lengkap—mulai dari pengalaman, kapasitas, sampai jaringan yang luas buat pimpin sepak bola Papua ke depan.
Salah satu yang paling disorot adalah Abisai Rollo. Wali Kota Jayapura ini bahkan sudah terang-terangan siap maju dan ikut bersaing di bursa pencalonan.
Setelah nama Abisai Rollo lebih dulu muncul, dalam seminggu terakhir muncul lagi sosok baru: Kamasan Jacob Komboy alias Jack Komboy.
Buat pecinta bola Papua, nama ini udah nggak asing lagi. Jack Komboy dikenal sebagai legenda hidup Persipura dengan perjalanan panjang di dunia sepak bola.
Pengalamannya juga nggak main-main. Selain pernah jadi pemain yang disegani, dia juga pernah pegang peran penting sebagai Panpel Persipura di Liga 2 musim 2022, dan Panpel PSBS Biak di Liga 1 musim 2025. Jadi soal kapasitas, jelas nggak perlu diragukan lagi.
Nama ketiga yang ikut naik ke permukaan adalah Mathius D. Fakhiri.
Mantan Kapolda Papua yang sekarang jadi Gubernur ini dikenal punya komitmen kuat buat bangun sepak bola di Papua. Nggak cuma omongan, tapi ada aksi nyata.
Menariknya, waktu muda dulu Fakhiri sempat tinggal di Banjarmasin dan pernah jadi pemain bola di Peseban. Jadi emang udah punya basic dari dulu.
Sekarang, dia juga aktif dorong pembinaan usia dini. Salah satunya lewat Liga TopSkor Papua buat anak usia 10 dan 12 tahun yang digelar akhir 2025 lalu. Jadi fokusnya jelas: bangun sepak bola dari akar.
Munculnya tiga kandidat ini juga nunjukin kalau persaingan bakal ketat. Masing-masing punya peluang dan dukungan sendiri, jadi hasil akhirnya masih sulit ditebak.
Di tengah panasnya situasi, publik berharap siapapun yang terpilih nanti benar-benar punya komitmen buat memajukan sepak bola Papua, bukan cuma sekadar jabatan.
Soalnya, posisi Ketua Asprov PSSI Papua dianggap penting banget buat nentuin arah perkembangan sepak bola di daerah.
Intinya, pertarungan baru dimulai—dan semua mata sekarang tertuju ke siapa yang bakal keluar sebagai pemenang.





