spot_img
spot_img
HeadlinesSeminggu Terisolasi! Warga Papua Pegunungan Masih Terjebak Usai Longsor, Belum Ada Penanganan

Seminggu Terisolasi! Warga Papua Pegunungan Masih Terjebak Usai Longsor, Belum Ada Penanganan

Warga di Papua Pegunungan masih terisolasi selama seminggu setelah longsor, akses belum pulih dan penanganan dinilai lambat.

Must read

JAYAWIJAYA – Longsor yang terjadi di Onggobalo, Distrik Tagime, Jayawijaya (19 April 2026) lagi jadi perhatian serius DPR Papua Pegunungan. Soalnya dampaknya nggak main-main.

Akses jalan utama yang nyambungin Tagime–Kelila–Bokondini putus total. Akibatnya? Aktivitas warga langsung lumpuh, ekonomi juga ikut kena imbas karena jalur utama nggak bisa dipakai sama sekali.

Sudah hampir seminggu sejak longsor terjadi, tapi warga di beberapa wilayah masih terisolasi dan belum bisa beraktivitas normal. Akses jalan yang tertutup material longsor bikin mobilitas warga lumpuh total. Mau keluar masuk jadi susah, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari juga ikut terdampak.

Yang bikin makin miris, sampai sekarang penanganan dari pihak terkait dinilai belum maksimal. Warga masih nunggu tindakan nyata biar akses bisa segera dibuka dan kehidupan kembali normal.

Anggota DPR Papua Pegunungan, Agus Kogoya, langsung angkat suara. Dia mendesak Pemprov, khususnya dinas PUPR, buat gerak cepat dan ambil langkah nyata buat beresin longsor ini. Nggak bisa ditunda-tunda lagi.

Kondisi ini jelas bikin masyarakat kesulitan, apalagi bagi mereka yang butuh layanan penting seperti kesehatan atau distribusi logistik.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait bisa gerak cepat buat atasi masalah ini. Soalnya makin lama dibiarkan, dampaknya bakal makin besar buat kehidupan mereka.

Intinya, ini bukan cuma soal bencana, tapi juga soal respon cepat yang sangat dibutuhkan biar warga nggak terus-terusan terisolasi.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular