SORONG – Buat kamu yang tinggal di Papua, ada kabar yang cukup bikin lega nih. Pemerintah lagi serius banget ngegas program perumahan, bahkan targetnya nggak main-main: 3.000 rumah subsidi siap dibangun di tahun 2026!
Kementerian PKP lagi all out nih buat urusan rumah di Papua. Mereka datang ke acara “Inspiratif Hunian untuk Rakyat Papua” buat nunjukin kalau program rumah subsidi ini nggak bisa jalan sendirian—harus bareng-bareng alias kolaborasi.
Di acara ini, semua dikumpulin jadi satu: pemerintah, BP Tapera, sampai pengusaha muda Papua. Tujuannya simpel tapi penting banget—biar akses ke rumah yang layak dan harganya terjangkau bisa makin cepat dirasain masyarakat.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, juga tegas bilang kalau bangun rumah subsidi di Papua itu butuh kerja tim. Nggak cuma pemerintah, tapi juga harus libatin pelaku usaha lokal biar hasilnya maksimal dan tepat sasaran.
Program ini digarap langsung sama RRI.co.id lewat laporan terbaru, di mana Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) lagi fokus memperkuat kolaborasi biar proyek ini bisa jalan cepat dan tepat sasaran.
Menariknya, ini bukan cuma kerjaan pemerintah doang. Pembangunan rumah subsidi di Papua butuh “teamwork besar”. Mulai dari pemerintah, BP Tapera, sampai pengusaha muda Papua diajak ikut terlibat.
Kenapa? Karena anak muda lokal dianggap punya peran penting, bukan cuma jadi penonton tapi ikut jadi pemain utama dalam pembangunan di daerahnya sendiri.
Selain bangun rumah, program ini juga punya misi lain:
👉 Bikin masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa punya rumah layak
👉 Dorong ekonomi lokal biar ikut tumbuh
👉 Buka peluang bisnis buat pengusaha muda Papua
Pemerintah juga lagi nyiapin skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan ramah di kantong. Jadi harapannya, punya rumah bukan lagi sekadar mimpi buat banyak orang di Papua.
Nggak cuma seremoni, kegiatan ini juga jadi ajang diskusi serius antara pemerintah dan pelaku usaha. Mereka bahas berbagai tantangan, mulai dari soal lahan, pembiayaan, sampai infrastruktur pendukung.
Intinya? Kalau kolaborasi ini beneran jalan maksimal, bukan cuma rumah yang kebangun—tapi juga masa depan ekonomi Papua yang ikut naik level.





