JAYAPURA – Suasana berbeda terlihat di kawasan Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Minggu sore, 7 Juni 2026. Ratusan jemaat dari berbagai denominasi gereja turun ke jalan mengikuti Ibadah Pemulihan Papua yang digelar oleh Risen Community bersama umat Kristiani dari berbagai gereja di Kota Jayapura.
Sebelum memulai ibadah, para peserta terlebih dahulu berkumpul di Lapangan Cigombong, Kotaraja. Dari lokasi tersebut mereka berjalan kaki menuju Lingkaran Abepura sambil membawa salib, poster-poster rohani, serta berbagai perlengkapan ibadah.
Sepanjang perjalanan, para peserta yang mayoritas mengenakan pakaian berwarna putih tampak memanjatkan doa dan menyanyikan lagu-lagu pujian. Setibanya di lokasi ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian firman Tuhan, doa bersama, pujian penyembahan, hingga tiupan sangkakala yang menggema di tengah aktivitas masyarakat sekitar.
Sekretaris Risen Community Kota Jayapura, Maria Demetouw, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk seruan doa dan pertobatan bagi masyarakat Papua di tengah berbagai persoalan yang sedang dihadapi.
Menurut Maria, masyarakat Papua perlu kembali mendekatkan diri kepada Tuhan serta membangun kehidupan yang lebih baik demi menghadirkan perubahan bagi daerah ini.
“Kita tidak hanya berharap perubahan terjadi di Papua, tetapi perubahan itu juga harus dimulai dari diri kita masing-masing,” ujarnya usai kegiatan ibadah.
Maria menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan berbagai komunitas dan denominasi gereja yang memiliki kerinduan yang sama untuk melihat Papua mengalami pemulihan.
Ia menyebut peserta yang hadir berasal dari berbagai gereja seperti GIDI, GKI, Gereja Katolik, GBI, Gereja Pentakosta, serta sejumlah denominasi lainnya yang bersatu dalam doa bagi Tanah Papua.
Menurutnya, persatuan dalam doa menjadi kekuatan penting untuk membawa harapan, kebangkitan, dan perubahan positif bagi masyarakat Papua.
Sementara itu, Ketua Risen Community Kota Jayapura, Renny Fakdawer, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi ajakan bagi generasi muda Papua untuk menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.
Ia mengingatkan pentingnya menjauhi penyalahgunaan minuman keras, narkoba, maupun kebiasaan negatif lainnya yang dapat menghancurkan kehidupan generasi muda.
“Kami rindu anak-anak muda Papua datang kepada Tuhan dan menemukan tujuan hidup yang benar,” katanya.
Renny menjelaskan bahwa Risen Community merupakan komunitas pelayanan lintas denominasi yang telah berjalan selama kurang lebih 11 tahun. Selain menggelar persekutuan doa dan pembinaan rohani, komunitas tersebut juga aktif melakukan pelayanan sosial kepada masyarakat.
Menurutnya, pelayanan tidak hanya dilakukan di dalam gedung gereja, tetapi juga harus hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan pendampingan dan perhatian.
Saat ini pelayanan Risen Community tidak hanya berlangsung di Kota Jayapura, tetapi juga telah menjangkau sejumlah daerah lain di Papua seperti Merauke dan Biak, bahkan hingga Jakarta.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda Papua, yang kembali mendekatkan diri kepada Tuhan serta menjadi bagian dari perubahan positif bagi masa depan Papua.
“Kami percaya Papua bisa bangkit dan dipulihkan. Karena itu kami terus berdoa dan mengajak generasi muda untuk hidup dalam kasih Tuhan,” tutup Renny.





