YAHUKIMO, PAPUA PEGUNUNGAN –Publik kembali digegerkan dengan munculnya sosok pimpinan kelompok OPM bernama Dejang Heluka yang diduga terlibat dalam pembunuhan delapan pendulang emas di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo.
Dalam video yang beredar dan diterima media, Dejang Heluka terlihat berdiri bersama sejumlah anggota kelompoknya di dekat salah satu korban. Ia disebut menyampaikan pernyataan setelah insiden penyerangan terhadap para pendulang emas terjadi.
Berdasarkan keterangan aparat, kejadian itu berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026 di area pendulangan emas wilayah Korowai, Yahukimo. Para korban dilaporkan merupakan warga sipil yang sedang bekerja mencari emas di lokasi tersebut.
Kelompok bersenjata itu diduga menyerang para korban secara tiba-tiba. Aparat menyebut para korban dituduh sebagai intel yang menyamar, namun tuduhan tersebut dibantah pihak TNI.
Situasi makin memanas setelah jumlah korban dilaporkan bertambah dari delapan menjadi sepuluh orang. Aparat gabungan TNI-Polri pun diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan pengejaran terhadap para pelaku di wilayah pedalaman Papua tersebut.
Proses evakuasi sendiri disebut mengalami banyak kendala karena lokasi kejadian berada di kawasan hutan dan akses yang cukup sulit dijangkau. Hingga beberapa hari setelah kejadian, tim gabungan masih terus berupaya mencapai titik lokasi korban.
Kasus ini langsung menyita perhatian publik nasional karena kembali menambah daftar panjang kekerasan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan, khususnya di area pendulangan emas Yahukimo.





