spot_img
spot_img
ScoopMahasiswa Papua Turun Jalan, Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM di Lanny Jaya

Mahasiswa Papua Turun Jalan, Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM di Lanny Jaya

Mahasiswa Lanny Jaya dan Solidaritas Mahasiswa Papua menggelar aksi mimbar bebas di Jayapura pada Senin (15/6/2026). Mereka mendesak investigasi dugaan pelanggaran HAM dan mendorong penyelesaian konflik secara damai di Lanny Jaya.

Must read

Jayapura, 15 Juni 2026 – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pelajar Lanny Jaya bersama Solidaritas Mahasiswa Papua Bersama Rakyat Papua menggelar aksi mimbar bebas di kawasan Lingkaran Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin (15/6/2026).

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa mendesak Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, aparat kepolisian, serta pihak-pihak terkait untuk segera mengusut dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang disebut terjadi di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.

Massa aksi juga menyoroti situasi keamanan di wilayah tersebut dan meminta adanya penyelidikan menyeluruh terkait dugaan jatuhnya korban sipil di Kampung Wunabunggu, Distrik Melagi, pada 6 Juni 2026.

Menurut para peserta aksi, terdapat laporan mengenai warga yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Mereka meminta seluruh informasi yang beredar dapat diverifikasi melalui investigasi yang independen dan transparan.

Salah satu peserta aksi, Is Wenda, dalam orasinya menyampaikan bahwa masyarakat Papua berhak memperoleh perlindungan hukum dan perlakuan yang adil sebagai warga negara.

“Kami datang untuk menyuarakan keadilan dan meminta perhatian terhadap persoalan kemanusiaan yang terjadi di Papua,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa akan terus menjalankan peran sebagai penyambung aspirasi masyarakat serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan melalui jalur hukum dan pendekatan kemanusiaan.

Menurutnya, aparat keamanan diharapkan dapat menjalankan tugas perlindungan dan penegakan hukum secara profesional serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Lapangan aksi, Bendira Tabuni, meminta pemerintah dan lembaga terkait segera membentuk tim investigasi guna mengungkap fakta-fakta yang terjadi di lapangan.

Ia juga mendorong keterlibatan berbagai lembaga, termasuk pemerintah daerah, DPR, Majelis Rakyat Papua (MRP), serta Komnas HAM untuk melakukan penelusuran langsung terhadap berbagai laporan yang berkembang di masyarakat.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan empat tuntutan utama. Pertama, meminta adanya pertanggungjawaban dan perlindungan bagi masyarakat yang terdampak konflik di Lanny Jaya. Kedua, mendorong penyelesaian konflik melalui dialog damai dan pendekatan kemanusiaan.

Ketiga, meminta pemerintah daerah dan lembaga legislatif melakukan investigasi langsung ke lokasi kejadian. Keempat, mendorong pembentukan tim investigasi yang bertugas mengumpulkan bukti serta memastikan informasi yang beredar sesuai dengan fakta di lapangan.

Para mahasiswa berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait segera merespons aspirasi tersebut demi terciptanya rasa keadilan, perlindungan masyarakat sipil, serta penyelesaian konflik secara damai di Kabupaten Lanny Jaya.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular