Jayapura, Mambruks.com – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyerukan penghentian seluruh bentuk kekerasan di Tanah Papua setelah meningkatnya konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya dan Yahukimo dalam beberapa hari terakhir. PGI menilai rangkaian peristiwa tersebut telah memakan banyak korban jiwa dan semakin memperparah krisis kemanusiaan di wilayah Papua.
Dalam pernyataan resminya, PGI menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban. Korban yang disebut antara lain Pendeta Elianus Agimbau, ibu hamil Melkiana Duwitau beserta bayi dalam kandungannya, warga sipil Okto Tigau, pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat Nicholas F. Goselin, serta seorang anggota TNI, Praka Bayu Oktara. Selain korban meninggal, sejumlah warga juga dilaporkan mengalami luka tembak, sementara ribuan warga lainnya terpaksa mengungsi akibat situasi keamanan yang memburuk.
PGI: Setiap Nyawa yang Hilang Adalah Tragedi Kemanusiaan
Kepala Biro Papua PGI, Pdt. Ronald Rischard Tapilatu, menegaskan bahwa setiap korban jiwa merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan apa pun alasan maupun kepentingannya.
Menurutnya, baik korban dari kalangan tokoh agama, warga sipil, ibu hamil, aparat negara, maupun pilot pesawat sipil merupakan bagian dari kemanusiaan yang harus dilindungi.
PGI menilai konflik berkepanjangan di Papua telah melukai martabat manusia dan memperbesar penderitaan masyarakat sipil yang tinggal di daerah konflik.
Uskup Jayapura Akui Sangat Terpukul
Dalam kesempatan terpisah, Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You, juga menyampaikan rasa duka atas meninggalnya pilot AMA Aviation, Nicholas F. Goselin, dalam insiden penyerangan dan pembakaran pesawat PK-RCY di Bandara Ipdeheik, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, pada 2 Juli 2026.
Menurut Uskup Yanuarius, peristiwa tersebut bukan hanya menjadi kehilangan bagi Gereja Katolik, tetapi juga menjadi pukulan terhadap pelayanan kemanusiaan di wilayah pedalaman Papua yang selama ini sangat bergantung pada transportasi udara.
Soroti Kasus Ibu Hamil di Intan Jaya
PGI juga menyoroti meninggalnya Melkiana Duwitau, seorang ibu yang sedang mengandung tujuh bulan di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.
Berdasarkan informasi yang diterima PGI, korban meninggal setelah rumahnya tertembus peluru saat terjadi situasi keamanan di wilayah tersebut. Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Tujuh Sikap Resmi PGI
Menanggapi berbagai peristiwa tersebut, PGI menyampaikan tujuh poin sikap resmi, di antaranya:
- Mengecam segala bentuk pembunuhan, penyiksaan, mutilasi, dan serangan bersenjata terhadap warga sipil maupun pesawat sipil.
- Mendesak seluruh pihak yang bertikai segera menghentikan kekerasan dan mengutamakan keselamatan warga sipil.
- Menilai pendekatan militer semata belum mampu menghadirkan solusi damai bagi Papua.
- Mendorong diwujudkannya dialog damai yang selama ini disuarakan gereja, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat sipil.
- Meminta pemerintah melakukan penyelidikan independen terhadap seluruh insiden kekerasan.
- Mendesak aparat penegak hukum menindak siapa pun yang terbukti melanggar hukum maupun hak asasi manusia secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Harapkan Perdamaian di Tanah Papua
PGI berharap seluruh keluarga korban diberikan kekuatan dalam menghadapi masa duka serta menyerukan agar seluruh pihak mengedepankan jalan damai dalam menyelesaikan konflik di Papua.
Menurut PGI, keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama dibandingkan segala bentuk kepentingan lainnya agar kekerasan yang terus berulang tidak kembali memakan korban jiwa.





