NDUGA – Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim sedikitnya lima anggotanya tewas dalam rangkaian operasi militer yang berlangsung di wilayah Yuguru dan Kilmid, Kabupaten Nduga, sejak April hingga Mei 2026.
Informasi tersebut disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu, 6 Juni 2026. Menurutnya, operasi yang disebut melibatkan serangan darat dan penggunaan pesawat nirawak telah menyebabkan korban jiwa di pihak mereka serta menimbulkan kerusakan di sejumlah lokasi.
Berdasarkan laporan yang diklaim berasal dari Komandan TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma dan Komandan Operasi Batalyon Yuguru, korban pertama yang dilaporkan tewas adalah Mayor Ket Gwijangge. Ia disebut gugur dalam kontak senjata yang terjadi di kawasan Gunung Lobe Alma pada 28 April 2026.
TPNPB juga mengklaim bahwa pada 18 Mei 2026 terjadi serangan udara yang menghancurkan markas Batalyon Yuguru dan mengakibatkan seorang anggota bernama Enggenpi Gwijangge meninggal dunia.
Masih pada tanggal yang sama, kelompok tersebut menyebut tiga anggota lainnya tewas dalam serangan yang terjadi di wilayah Kilmid. Jika digabungkan, TPNPB mengklaim total lima anggotanya meninggal dunia selama rangkaian operasi yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
Selain menyampaikan laporan korban jiwa, TPNPB juga menuduh penggunaan pesawat nirawak dalam operasi tersebut menyebabkan kerusakan terhadap rumah warga, tempat ibadah, serta kebun masyarakat di sejumlah titik di Kabupaten Nduga.
Melalui pernyataannya, kelompok tersebut meminta pemerintah Indonesia menghentikan penggunaan pesawat nirawak dalam konflik bersenjata di Papua dan memberikan perlindungan terhadap warga sipil sesuai prinsip hukum humaniter internasional.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI yang mengonfirmasi klaim jumlah korban dari pihak TPNPB-OPM maupun tuduhan terkait penggunaan pesawat nirawak dalam operasi tersebut. Klaim mengenai korban di kedua belah pihak masih menunggu verifikasi dari sumber resmi yang berwenang.
Situasi keamanan di sejumlah wilayah Kabupaten Nduga sendiri masih menjadi perhatian aparat keamanan dan pemerintah, mengingat kawasan tersebut kerap menjadi lokasi konflik bersenjata antara aparat dan kelompok separatis bersenjata dalam beberapa tahun terakhir.





