PAPUA TENGAH – Insiden ledakan di halaman gereja di Intan Jaya, Papua Tengah, masih bikin publik heboh dan penuh tanda tanya, bro. 🔥⛪ Setelah sebelumnya ramai dugaan soal keterlibatan aparat keamanan, pihak TNI akhirnya buka suara dan membantah terlibat dalam peristiwa tersebut.
Lewat Koops TNI Habema, TNI menegaskan kalau mereka bukan pelaku ledakan granat yang terjadi di halaman Gereja Katolik Stasi Santo Paulus Nabuni, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Minggu (17/5/2026). Insiden itu sendiri terjadi sesaat setelah umat selesai mengikuti misa dan masih berada di sekitar halaman gereja. Akibat ledakan tersebut, empat warga sipil mengalami luka akibat serpihan granat.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, bilang pihaknya menyesalkan munculnya narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI sebagai pelaku tanpa bukti yang jelas. Menurutnya, TNI tidak pernah menggunakan drone peledak untuk menyerang warga sipil, apalagi sampai menyerang rumah ibadah.
TNI juga mengklaim punya sejumlah alasan kenapa mereka yakin tidak terlibat dalam insiden tersebut. Salah satunya karena jenis granat yang ditemukan disebut berbeda dengan standar granat milik TNI. Selain itu, mereka menegaskan tugas aparat di Papua adalah menjaga keamanan masyarakat, bukan menyerang warga sipil.
Sebelumnya, laporan dari sejumlah media lokal menyebut ada dugaan granat dijatuhkan menggunakan drone saat umat masih berkumpul di halaman gereja usai misa. Dugaan itu langsung bikin suasana makin panas dan ramai dibahas di media sosial.
Sampai sekarang, belum ada keterangan resmi soal siapa sebenarnya pelaku di balik ledakan tersebut. Aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk mencari asal-usul granat dan memastikan kronologi lengkap kejadian. 🙏🔥





