ScoopBI Papua Gelar Capacity Building Bersama Wartawan Terkait Penggunaan Pembayaran Digital

BI Papua Gelar Capacity Building Bersama Wartawan Terkait Penggunaan Pembayaran Digital

Must read

Jayapura, Mambruks.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, gelar Capacity Building bagi Wartawan terkait media pembayaran transaksi digital menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), di salah satu kafe di Holtekam, Kota Jayapura, Selasa (28/2).

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Thomy Andryas , dengan membawakan materi Pengelolaan dan Kepatuhan Digitalisasi Sistem Pembayaran Untuk Mendorong Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Digital, dengan moderator Raymond Samora selaku Kepala Tim Implementasi KEKDA Bank Indonesia Perwakilan Papua.

Thomy Andryas mengatakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia untuk semua perusahaan yang memanfaatkan teknologi finansial (fintech) seperti, LinkAja, DANA, OVO, GoPay dan lainnya, dari beragam Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

Menurutnya dengan melakukan transaksi digital melalui QRIS memudahkan penjual maupun pembeli dalam bertransaksi, karena cepat, murah, mudah, aman dan andal.

“Mudah-mudahan penjelasan tentang QRIS yang telah disampaikan kepada teman-teman wartawan tadi, bisa diteruskan ke masyarakat dengan baik, sehingga masyarakat teredukasi atas penggunaan QRIS sebagai media pembayaran transaksi non tunai,” ujarnya.

Disampaikan Thomy Andryas, untuk di Papua pengguna QRIS mencapai 100 ribu orang.

“Jadi di tahun 2021 itu pengguna sekitar 15 ribu orang dan di tahun 2022 meningkat 85 ribu orang. Akumulasi dari tahun 2021 dan 2022 menjadi 100 ribu orang,” jelasnya.

Dikatakan, untuk tahun 2023, Bank Indonesia menargetkan pengguna QRIS sekitar 105 ribu orang.

” Targetnya 105 pengguna baru, dengan jumlah volume transaksi diperkirakan akan meningkat sekitar Rp. 700 ribu,” terangnya.

Dia juga memaparkan kendala yang dihadapi dalam perluasan QRIS di Papua, terkait dengan infrastuktur komunikasi, di kawasan blank spot terutama di wilayah Pegunungan Papua.

Baca Juga  Bank Indonesia Papua Siapkan Uang Tunai Rp 5,3 Triliun Selama Nataru

“Untuk hal itu kita akan berkoordinasi dengan Diskominfo dan penyedia sarana layanan komunikasi di daerah setempat. Sehingga transaksi pengguna baru dapat terus meningkat dari sisi pedagang atau merchant juga bertambah,” paparnya.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest