spot_img
spot_img
ScoopRatusan Jemaat GKI Turun ke DPR Papua! Tolak Dermaga Militer, Jayapura Auto...

Ratusan Jemaat GKI Turun ke DPR Papua! Tolak Dermaga Militer, Jayapura Auto Geger

Ratusan jemaat GKI di Tanah Papua menggelar aksi damai di DPR Papua untuk menolak pembangunan Dermaga Satrol Kodaeral X Jayapura yang dianggap mengganggu ruang ibadah, masyarakat adat, dan lingkungan pesisir.

Must read

JAYAPURA – Jayapura lagi ramai banget, bro! 🔥⛪ Ratusan jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua bareng Persekutuan Gereja-Gereja se-Kota Jayapura turun langsung ke DPR Papua buat menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan Dermaga Satrol Kodaeral X Jayapura.

Aksi yang digelar Senin (18/5/2026) itu dikemas dalam bentuk “kunjungan pastoral” alias aksi damai bernuansa gerejawi. Dari pagi, halaman DPR Papua udah dipenuhi jemaat yang datang sambil nyanyi puji-pujian, bawa spanduk penolakan, dan menyampaikan aspirasi secara terbuka. ✊🔥

Warga jemaat menilai pembangunan dermaga militer tersebut bakal berdampak langsung ke wilayah pelayanan Gereja GKI Pengharapan Jayapura dan masyarakat adat di sekitar kawasan pesisir Porasko serta Kayu Pulo. Mereka khawatir aktivitas militer dan pembangunan dermaga bisa ganggu ibadah, merusak lingkungan laut, sampai mengubah ruang hidup masyarakat adat.

Dalam aksi itu, Pdt. Frans Mambrasar dari BPAS Wilayah I Sinode GKI di Tanah Papua menegaskan kalau proses perencanaan pembangunan dianggap dilakukan sepihak tanpa melibatkan jemaat gereja maupun masyarakat adat yang tinggal di lokasi terdampak. Jemaat juga menilai pembangunan tersebut berpotensi merusak ekosistem pesisir yang selama ini jadi sumber kehidupan warga sekitar. 🌊😢

Nggak cuma soal lingkungan, jemaat juga bilang kawasan sekitar gereja adalah ruang pelayanan iman, aktivitas sosial, budaya, dan pembinaan generasi muda yang seharusnya tetap aman dan tenang dari aktivitas militer. Karena itu mereka meminta pemerintah dan DPR Papua menghentikan seluruh proses pembangunan dermaga tersebut.

Aksi damai ini akhirnya mendapat respons langsung dari Komandan Kodaeral X Jayapura, Mayjen TNI (Mar) Sugianto. Di depan para jemaat dan DPR Papua, ia menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang muncul dan menegaskan pihaknya memutuskan untuk tidak melanjutkan pembangunan fasilitas laut di belakang gereja. 🙏✨

Wakil Ketua I DPR Papua, Herlin Beatrix Monim, juga bilang DPR Papua bakal menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan menegaskan pembangunan apa pun tidak boleh mengabaikan aspek kemanusiaan, budaya, adat, dan penghormatan terhadap lembaga gereja di Tanah Papua.

Meski aksi berlangsung panas secara isu, suasana demonstrasi tetap berjalan damai sampai selesai. Banyak warga berharap polemik ini bisa diselesaikan lewat dialog tanpa menimbulkan konflik baru di Kota Jayapura. 🔥🤝

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular