Prosesi kremasi adat almarhum Junius Janempa di kawasan Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, diwarnai insiden kericuhan yang melibatkan warga dan aparat keamanan. Peristiwa tersebut terjadi saat rangkaian upacara adat tengah berlangsung dan dihadiri oleh masyarakat setempat.
Situasi yang awalnya berlangsung khidmat berubah tegang ketika terjadi aksi saling serang menggunakan panah di lokasi acara. Ketegangan yang meningkat membuat aparat keamanan mengambil langkah pengendalian untuk meredam konflik yang semakin meluas.
Dalam upaya membubarkan kerumunan dan mengendalikan situasi, aparat dilaporkan menggunakan gas air mata. Langkah ini dilakukan guna mencegah eskalasi kericuhan yang berpotensi menimbulkan korban lebih besar serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Sejumlah warga terlihat berlarian menyelamatkan diri saat kondisi semakin tidak terkendali. Aktivitas di sekitar lokasi pun sempat lumpuh akibat situasi yang memanas.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab utama terjadinya kericuhan dalam prosesi adat tersebut. Aparat juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi keamanan kembali kondusif.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat prosesi adat seharusnya berlangsung dengan penuh penghormatan dan kedamaian. Pemerintah daerah dan aparat keamanan diharapkan dapat mengambil langkah preventif guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.





