JAYAPURA – Legenda hidup Persipura Jayapura, Eduard Ivakdalam, kembali mengingatkan publik kalau kesuksesan tim Mutiara Hitam dulu bukan datang secara instan. Menurutnya, Persipura juga pernah mengalami masa-masa sulit sebelum akhirnya jadi salah satu klub paling disegani di Indonesia.
Edu mengatakan, dulu Persipura bukan tim yang langsung hebat dan penuh fasilitas. Banyak pemain berjuang dari nol dengan kondisi serba terbatas. Tapi justru dari situ mental pemain Papua terbentuk jadi kuat dan punya karakter petarung.
“Persipura pernah sulit, tapi tetap bisa bangkit dan juara,” kira-kira begitu pesan yang ingin disampaikan Edu kepada generasi pemain muda Papua saat ini. Ia berharap para pemain tidak gampang menyerah walaupun klub sedang menghadapi tantangan berat.
Persipura sendiri memang punya sejarah panjang di sepak bola Indonesia. Klub kebanggaan masyarakat Papua itu pernah meraih lima gelar Liga Indonesia dan melahirkan banyak pemain legendaris seperti Boaz Solossa, Ricardo Salampessy, Emanuel Wanggai, hingga Eduard Ivakdalam sendiri.
Namun beberapa tahun terakhir, perjalanan Persipura tidak mudah. Klub berjuluk Mutiara Hitam itu sempat terdegradasi dari Liga 1 dan menghadapi persoalan finansial maupun regenerasi pemain. Meski begitu, banyak legenda Persipura tetap yakin klub ini bisa bangkit lagi kalau semua pihak tetap solid dan menjaga semangat khas sepak bola Papua.
Eduard Ivakdalam juga dikenal sebagai sosok yang sangat loyal terhadap Persipura. Selama sekitar 16 tahun berseragam merah hitam, ia ikut membawa Persipura meraih gelar juara dan menjadi simbol semangat sepak bola Papua. Setelah pensiun, Edu tetap aktif membina pemain muda dan terlibat dalam pengembangan sepak bola di Tanah Papua.
Bagi banyak pecinta bola Papua, pesan dari Edu ini bukan cuma nostalgia. Tapi juga jadi pengingat kalau kejayaan Persipura bisa kembali terulang asal ada kerja keras, kekompakan, dan semangat pantang menyerah seperti generasi emas dulu.





