PAPUA – Perkembangan internet di Indonesia makin kencang, tapi ternyata belum semua daerah bisa menikmati akses digital secara merata. Riset terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2026 menunjukkan kalau Pulau Jawa dan Kalimantan mengalami lonjakan penetrasi internet yang cukup tinggi, sementara Papua dan Maluku masih tertinggal.
Dalam survei tersebut, tingkat penetrasi internet nasional sudah mencapai 81,7 persen atau sekitar 235 juta pengguna internet di Indonesia. Angka ini naik dibanding tahun sebelumnya dan menunjukkan kalau internet sekarang sudah jadi kebutuhan utama masyarakat, mulai dari komunikasi, hiburan, pendidikan, sampai urusan kerja dan bisnis.
Pulau Jawa masih jadi wilayah dengan pengguna internet terbesar di Indonesia. Tingkat penetrasinya bahkan mencapai sekitar 85,95 persen. Sementara Kalimantan juga ikut melesat dengan angka penetrasi sekitar 80,40 persen. Kondisi ini dianggap dipengaruhi oleh pembangunan infrastruktur digital yang lebih cepat dan akses jaringan yang lebih stabil.
Di sisi lain, wilayah Maluku dan Papua masih berada di posisi paling bawah dengan tingkat penetrasi sekitar 69,74 persen. Artinya, masih banyak masyarakat di wilayah timur Indonesia yang belum menikmati akses internet secara maksimal seperti daerah lain di Indonesia.
Salah satu penyebab utama adalah kondisi geografis Papua yang cukup ekstrem. Banyak daerah pegunungan, hutan lebat, dan wilayah terpencil membuat pembangunan jaringan internet jadi lebih sulit dan mahal. Akibatnya, masih ada banyak kampung yang mengalami blank spot atau sinyal internet yang lemah.
APJII juga mencatat kalau masyarakat yang belum terkoneksi internet kebanyakan terkendala perangkat digital dan kemampuan menggunakan teknologi. Selain itu, harga kuota internet di beberapa daerah juga masih dianggap mahal oleh warga.
Meski begitu, pemerintah dan berbagai pihak terus mendorong pemerataan akses digital di Papua melalui pembangunan BTS, jaringan fiber optik, dan pemanfaatan satelit untuk wilayah terpencil. Harapannya, masyarakat Papua bisa lebih mudah mengakses pendidikan online, layanan kesehatan digital, sampai peluang ekonomi berbasis internet.
Banyak netizen juga menilai kesenjangan internet ini bukan cuma soal teknologi, tapi soal kesempatan dan masa depan. Karena di zaman sekarang, akses internet sudah jadi pintu utama buat belajar, bekerja, hingga berkembang di era digital.





