JAYAPURA — Isu dugaan pembongkaran Gunung Cycloop demi aktivitas tambang nikel ikut jadi sorotan panas dalam aksi massa yang berlangsung di kawasan Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Kamis (28/5/2026). Massa aksi secara tegas menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk aktivitas yang dianggap mengancam kawasan Cycloop.
Dalam aksi tersebut, para peserta demo membawa berbagai poster dan spanduk berisi tuntutan perlindungan lingkungan hidup di Papua. Gunung Cycloop disebut sebagai kawasan penting yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat, terutama terkait sumber air dan ekosistem alam di Jayapura dan sekitarnya.
Massa menilai keberadaan tambang nikel di kawasan sekitar Cycloop berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serius apabila tidak diawasi secara ketat. Karena itu, isu tersebut menjadi salah satu poin utama yang terus disuarakan dalam mimbar bebas selama aksi berlangsung.
Suasana di Lingkaran Abepura sempat dipadati peserta aksi dan aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi. Meski begitu, kegiatan demonstrasi dilaporkan berlangsung aman dengan pengawasan dari pihak kepolisian agar situasi tetap kondusif dan arus lalu lintas berjalan normal.
Bagi masyarakat Papua, Gunung Cycloop memang punya arti penting, bukan cuma secara lingkungan tapi juga budaya dan kehidupan sosial warga sekitar. Karena itu, isu terkait tambang di kawasan tersebut cepat menarik perhatian publik dan memicu reaksi dari berbagai kelompok masyarakat maupun mahasiswa.
Aksi di Abepura ini kembali menunjukkan kalau isu lingkungan dan perlindungan alam Papua masih jadi perhatian besar masyarakat. Massa berharap pemerintah benar-benar mempertimbangkan dampak jangka panjang sebelum mengambil keputusan terkait aktivitas pertambangan di wilayah Papua.





