ScoopBappenda Identifikasi Potensi Retribusi Daerah di Anjungan Papua di TMII

Bappenda Identifikasi Potensi Retribusi Daerah di Anjungan Papua di TMII

Must read

Jayapura, Mambruks.com – Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BAPPENDA) Papua bekerjasama dengan Kantor Badan Penghubung Daerah Papua di Jakarta, hari ini, Rabu (14/6) telah menyelesaikan identifikasi potensi retribusi daerah yang ada di anjungan Papua di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Kepala Bappenda, Setiyo Wahyudi. memimpin langsung identifikasi tersebut bersama Kepala Bidang Retribusi Bappenda Steven Soor dan staf, hadir juga Kepala Badan Penghubung Daerah, Alexander Kapisa, mendampingi langsung selama proses identifikasi dilakukan.

Alexander Kapisa dalam penjelasannya menyampaikan bahwa kami bersurat kepada Bappenda untuk melakukan identifikasi potensi retribusi di anjungan Papua.

“Melihat semakin tingginya tingkat kunjungan ke anjungan Papua setelah kita melakukan revitalisasi dibeberapa bulan yang lalu, maka saya berkoordinasi dengan Bappenda untuk dapat melakukan identifikasi potensi obyek retribusi yang ada di anjungan Papua ini. Dan sejak kemarin sampai hari kni proses identifikasi tersebut sudah dapat diselesaikan sampai kami bersama-sama merumuskan besaran retribusi yang akan dikenakkan nanti” ujar Alexander Kapisa.

Kepala Bidang Retribusi Bappenda, Steven Soor, menyampaikan bahwa samgat berterimakasih atas upaya-upaya dan inovasi-inovasi yang telah dilakukan oleh Kepala Badan Penghubung bersama staf sehingga banyak pengunjung yang datang ke anjungan Papua.

“Ini merupakan potensi untuk retribusi daerah dengan semakin banyaknya kegiatan dan tingginya kunjungan ke anjungan Papua,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Penghubung Daerah, Alexander Kapisa, telah menandatangani berita acara berkaitan dengan penentuan besaran tarif yang disepakati bersama untuk kemudian diusulkan menjadi Peraturan Daerah.

Baca Juga  PSS Sleman Sambut Boaz Solossa : Sugeng Rawuh Legenda

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest