JAYAPURA – Kabar penting buat kamu yang lagi ngincer jadi polisi di Papua—tenang, prosesnya dijamin fair play!
Polda Papua bareng Majelis Rakyat Papua (MRP) lagi serius bahas soal penerimaan polisi khusus buat anak-anak asli Papua. Pertemuannya digelar di Mapolda Papua, Koya Koso, Jumat (24/4/2026), dan dihadiri langsung Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin bareng jajaran, plus tim Pansus Afirmasi dari MRP.
Di pertemuan itu, MRP ngegas banget soal pentingnya kebijakan afirmasi. Intinya, mereka pengen anak-anak muda Papua punya kesempatan yang sama dan adil buat lolos jadi polisi—nggak kalah sama yang lain.
Nggak cuma itu, MRP juga dorong biar kuota afirmasi ditambah dan cita-cita anak-anak OAP lebih dilindungi. Jadi bukan sekadar wacana, tapi benar-benar dibuka jalan biar mereka bisa berkembang dan punya masa depan yang jelas.
Berdasarkan laporan dari BeritaSatu (Kabar Papua), Polda Papua memastikan kalau seleksi penerimaan anggota Polri jalur afirmasi untuk Orang Asli Papua (OAP) berjalan bersih, tanpa praktik “titipan” atau jalur belakang.
Pihak kepolisian juga menegaskan kalau seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan profesional. Jadi siapa pun yang lolos, itu murni karena kemampuan, bukan karena koneksi.
Hal ini sejalan dengan prinsip rekrutmen Polri yang dikenal dengan konsep BETAH—Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan supaya nggak percaya sama oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Karena faktanya, proses seleksi ini gratis dan diawasi ketat.
Program afirmasi sendiri memang dibuat buat kasih kesempatan lebih besar ke anak-anak asli Papua supaya bisa bergabung jadi anggota Polri dan berkontribusi untuk daerahnya.
Intinya, buat kamu yang punya mimpi jadi polisi—fokus aja siapin diri. Karena di seleksi ini, yang dilihat bukan siapa kamu kenal, tapi seberapa siap kamu.





