MERAUKE – Proyek food estate atau lumbung pangan nasional di Wanam, Papua Selatan, lagi ramai dibahas publik. Penyebabnya, banyak orang mulai menghubungkan proyek besar tersebut dengan film dokumenter “Pesta Babi” yang belakangan viral dan menuai kontroversi di berbagai daerah.
Namun sejumlah pihak menegaskan kalau proyek strategis nasional (PSN) di Wanam sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan lokasi yang ditampilkan dalam film karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale tersebut. Mereka menyebut kawasan yang ada di film berbeda dengan area proyek cetak sawah di Wanam, Merauke, Papua Selatan.
Film “Pesta Babi” sendiri banyak membahas kehidupan masyarakat adat di wilayah Papua Selatan seperti Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Dokumenter itu menyoroti perubahan hutan adat, pembukaan lahan skala besar, hingga keresahan masyarakat adat terhadap proyek industri dan pembangunan di wilayah mereka.
Sementara itu, pendukung proyek food estate Wanam menilai program tersebut penting untuk masa depan ketahanan pangan Indonesia. Proyek ini diproyeksikan menjadi kawasan cetak sawah baru dengan target besar untuk mendukung swasembada pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan global.
Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, mengatakan proyek Wanam dianggap cukup visioner karena banyak negara mulai fokus menjaga cadangan pangan masing-masing. Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat produksi pangan agar tidak mengalami krisis di masa depan.
Di sisi lain, kritik terhadap proyek food estate di Papua juga terus bermunculan. Sejumlah aktivis lingkungan dan masyarakat adat khawatir pembukaan lahan besar-besaran bisa berdampak pada hutan Papua dan ruang hidup masyarakat lokal. Bahkan beberapa kelompok masyarakat adat sempat menyampaikan protes terkait perubahan status kawasan hutan untuk proyek pangan nasional.
Film “Pesta Babi” sendiri makin ramai diperbincangkan setelah beberapa agenda nonton bareng dan diskusi publik di sejumlah daerah sempat dibubarkan. Hal itu justru membuat rasa penasaran masyarakat semakin tinggi terhadap isi film dokumenter tersebut.
Meski menuai pro dan kontra, proyek food estate Wanam disebut terus berjalan. Pemerintah dan pihak proyek mengklaim pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut sudah menunjukkan progres signifikan dan diharapkan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.MERAUKE – Proyek food estate atau lumbung pangan nasional di Wanam, Papua Selatan, lagi ramai dibahas publik. Penyebabnya, banyak orang mulai menghubungkan proyek besar tersebut dengan film dokumenter “Pesta Babi” yang belakangan viral dan menuai kontroversi di berbagai daerah.
Namun sejumlah pihak menegaskan kalau proyek strategis nasional (PSN) di Wanam sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan lokasi yang ditampilkan dalam film karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale tersebut. Mereka menyebut kawasan yang ada di film berbeda dengan area proyek cetak sawah di Wanam, Merauke, Papua Selatan.
Film “Pesta Babi” sendiri banyak membahas kehidupan masyarakat adat di wilayah Papua Selatan seperti Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Dokumenter itu menyoroti perubahan hutan adat, pembukaan lahan skala besar, hingga keresahan masyarakat adat terhadap proyek industri dan pembangunan di wilayah mereka.
Sementara itu, pendukung proyek food estate Wanam menilai program tersebut penting untuk masa depan ketahanan pangan Indonesia. Proyek ini diproyeksikan menjadi kawasan cetak sawah baru dengan target besar untuk mendukung swasembada pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan global.
Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, mengatakan proyek Wanam dianggap cukup visioner karena banyak negara mulai fokus menjaga cadangan pangan masing-masing. Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat produksi pangan agar tidak mengalami krisis di masa depan.
Di sisi lain, kritik terhadap proyek food estate di Papua juga terus bermunculan. Sejumlah aktivis lingkungan dan masyarakat adat khawatir pembukaan lahan besar-besaran bisa berdampak pada hutan Papua dan ruang hidup masyarakat lokal. Bahkan beberapa kelompok masyarakat adat sempat menyampaikan protes terkait perubahan status kawasan hutan untuk proyek pangan nasional.
Film “Pesta Babi” sendiri makin ramai diperbincangkan setelah beberapa agenda nonton bareng dan diskusi publik di sejumlah daerah sempat dibubarkan. Hal itu justru membuat rasa penasaran masyarakat semakin tinggi terhadap isi film dokumenter tersebut.
Meski menuai pro dan kontra, proyek food estate Wanam disebut terus berjalan. Pemerintah dan pihak proyek mengklaim pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut sudah menunjukkan progres signifikan dan diharapkan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.





