JAYAPURA – Nasib pahit harus diterima Persipura Jayapura setelah kerusuhan besar yang terjadi di Stadion Lukas Enembe usai laga melawan Adhyaksa FC Banten. Komite Disiplin PSSI akhirnya menjatuhkan hukuman super berat buat tim Mutiara Hitam.
Persipura resmi disanksi bermain tanpa penonton selama satu musim penuh pada kompetisi 2026/2027. Nggak cuma itu, klub kebanggaan Papua tersebut juga harus membayar denda total hingga Rp240 juta akibat berbagai pelanggaran yang terjadi saat dan setelah pertandingan berlangsung.
Kericuhan sendiri pecah setelah Persipura kalah tipis 0-1 dari Adhyaksa FC di laga play-off promosi. Kekalahan itu bikin ribuan suporter kecewa berat karena mimpi promosi ke Liga 1 akhirnya gagal terwujud musim ini.
Situasi makin panas ketika sejumlah massa turun ke lapangan, merusak fasilitas stadion, sampai terjadi aksi pembakaran kendaraan di sekitar area Stadion Lukas Enembe. Bahkan polisi sebelumnya mengamankan beberapa orang untuk diperiksa terkait kerusuhan tersebut.
Komdis PSSI menilai ada banyak pelanggaran disiplin dalam pertandingan itu. Mulai dari pelemparan smoke bomb, penyalaan flare, petasan, hingga kerusuhan yang dianggap mencoreng jalannya kompetisi sepak bola nasional.
Manajemen Persipura sebenarnya sempat berharap hukuman berat bisa dipertimbangkan ulang. Mereka menilai kericuhan tersebut diduga bukan murni dilakukan suporter Persipura saja, melainkan ada pihak lain yang ikut memanfaatkan situasi.
Kini, hukuman itu jadi pukulan berat buat Persipura. Selain kehilangan dukungan langsung suporter di stadion musim depan, klub juga harus memikirkan kerugian finansial akibat denda besar dan pertandingan kandang tanpa penonton.





