Socio CulturalKomedian Eddy Gombloh Meninggal. Komedian Legend dengan Bayaran Tertinggi ini Meninggalkan Kisah...

Komedian Eddy Gombloh Meninggal. Komedian Legend dengan Bayaran Tertinggi ini Meninggalkan Kisah Hidup yang Patut dicontoh

Hingga 1990, ia sudah memiliki lebih dari 30 film. Tak heran jika Komedian Eddy Gombloh merupakan komedian yang sukses.

Must read

Jakarta, Mambruks.com – Komedian Eddy Gombloh merupakan actor komedian yang sangat terkenal dan tercatat sebagai salah satu komedia yang memiliki bayaran sangat mahal pada masanya yakni di era tahun 70, 80 dan 90-an. Komedian Eddy Gombloh merupakan salah satu komedian legend di Indonesia.

Tahun 70 – 90-an ia begitu terkenal. Perannya di film “Samson Betawi”, “Inem Pelayan Sexy”, dan “Benyamin Tukang Ngibul” selalu dipadati penonton. Saat itu mendengar Namanya saja sudah mengundang gelak tawa.

Komedian Eddy Gombloh memiliki nama asli Supardi. Ia pertama kali mendapatkan peran film pada tahun 1971 dengan tajuk “Djembatan Emas”. Setelah itu kepopulerannya sebagai tokoh comedian tidak terbendung.

Hingga 1990, ia sudah memiliki lebih dari 30 film. Tak heran jika Eddy Gombloh merupakan komedian yang sukses.

Artikel Lainnya: Promo Superindo JSM Terbaru Hari Ini Katalog WEEKEND 05-07 Agustus 2022

Dalam berbagai film, Eddy Gombloh selalu berperan sebagai tokoh yang lugu dan bahkan blo’on. Walaupun dibanyak film ia hanya menjadi pendukung filmnya Benyamin Sueb, S. Bagio, dan komedian lainnya, namun kesuksesannya luar biasa.

Eddy pernah menjadi peran utama dalam film “Tiga Janggo” bersama Benyamin S dan A.Hamid Arief pada tahun 1976. Film itu sukses besar. Dan Eddy bisa dibilang sebagai aktor komedian dengan bayaran tertinggi. Bayarannya untuk satu episode berkisar Rp2 juta, jumlah tersebut sangatlah besar untuk tahun 1980-an.

Meski menjadi komedian dengan honor fantastis, Eddy tidak kehilangan pijakannya. Ia bahkan mengaku jarang menghamburkan uangnya.

Salah satunya, ia lebih memilih berangkat ke lokasi syuting dengan angkot.

Seperti halnya kisah actor sukses pada umumnya, bahwa ketenaran pun akan pudar. Demikian juga Komedian Eddy Gombloh, seakan tergerus zaman, tawaran bermain film pun semakin sedikit hingga tidak ada sama sekali.

Baca Juga  Komunitas Koloni Menanam: Terus Tanam Pohon Beringin di Lereng Merapi

Sang Komedian pun memutuskan kembali ke kota kelahirannya yaitu Yogyakarta. “Sumpek dengan Jakarta dan ingin tenang. Ya meski di sana menjanjikan, tapi kan saya sudah tua,” ucap Eddy Gombloh, melansir Kompas.com.

Di Jogja ia membeli rumah dan berwirausaha dengan membuka jasa fotokopi dan menanam kebun salak sebagai mata pencaharian di masa tua. Ia merasa bahagia.

“Jadikanlah kami yang tua ini sebagai contoh. Meski zaman dulu dan sekarang sudah berbeda, pengalaman itu adalah guru,” tutupnya.

Artikel Menarik: Usai Diperiksa, Kapolri Copot Irjen Ferdy Sambo dari Kadiv Propam Polri

Eddy Gombloh mengembuskan napas terakhirnya diusia 80 tahun di RS Rumah Sakit Sarjito, Yogyakarta, pada, Kamis (4/8/2022) siang.

Rencananya, Eddy Gombloh akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, satu liang lahad dengan almarhum putranya hari ini, Jumat (5/8/2022).

Selamat jalan Bung Komedian Eddy Gombloh

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest