spot_img
spot_img
ScoopOPM Buka Suara soal Kematian Empat Orang di Yahukimo, Ini Klaimnya

OPM Buka Suara soal Kematian Empat Orang di Yahukimo, Ini Klaimnya

TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab atas kematian tiga warga sipil Orang Asli Papua dan seorang anggota Brimob di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Klaim tersebut disampaikan pada Rabu (22/7/2026), sementara kasus kematian anggota Brimob terjadi di Distrik Dekai pada Senin (20/7/2026).

Must read

MIMIKA – Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali menjadi perhatian setelah pihak yang mengatasnamakan Manajemen Markas Pusat Komando Nasional (Komnas) TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab atas kematian tiga warga sipil Orang Asli Papua (OAP) dan seorang anggota Brimob.

Klaim tersebut disampaikan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam keterangan yang disampaikan pada Rabu (22/7/2026).

Menurut Sebby, tiga warga sipil tersebut disebut tewas dalam peristiwa yang terjadi pada waktu berbeda di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan.

Ia menyebut, peristiwa tersebut melibatkan kelompok yang mereka klaim sebagai TPNPB Kodap XVI Yahukimo dan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Batalyon Wesem.

Ada Korban Perempuan

Dalam keterangannya, Sebby mengklaim seorang perempuan Orang Asli Papua menjadi salah satu korban.

Menurut klaim tersebut, perempuan itu disebut dituduh sebagai agen intelijen. Identitas korban perempuan tersebut belum diketahui secara pasti.

Sebby mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (20/7/2026).

Kemudian, menurut pernyataan yang disampaikannya, dua warga sipil OAP lainnya juga disebut menjadi korban pada Selasa (21/7/2026).

Kedua warga tersebut, menurut klaim TPNPB-OPM, juga dituduh terlibat sebagai agen intelijen militer Indonesia.

Sebby menyampaikan bahwa pihak yang disebut sebagai kelompok bersenjata tersebut mengklaim memiliki bukti terkait tuduhan terhadap ketiga korban.

Namun, klaim mengenai identitas korban, motif, maupun tuduhan keterlibatan mereka sebagai agen intelijen belum mendapatkan verifikasi atau konfirmasi independen dari pihak berwenang.

OPM Juga Klaim Bertanggung Jawab atas Kematian Anggota Brimob

Selain tiga warga sipil tersebut, Sebby juga mengklaim bahwa kelompok TPNPB Ndugama Derakma Wesem bertanggung jawab atas kematian seorang anggota Brimob.

Korban diketahui bernama Brigpol Fredi Lukas Awes, personel Brimob Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC).

Peristiwa tersebut terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Senin (20/7/2026) malam.

Brigpol Fredi Lukas Awes dilaporkan gugur setelah menjadi korban penganiayaan berat oleh Orang Tak Dikenal (OTK).

Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 23.00 WIT di kawasan Kompleks Pertanian, tidak jauh dari Kompleks Sosial Momuna, Distrik Dekai.

Warga Temukan Motor Terbalik di Lokasi

Informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah warga sekitar melihat adanya situasi mencurigakan dan melaporkan dugaan aksi pembunuhan kepada pihak kepolisian.

Saat dilakukan pengecekan, warga menemukan sebuah sepeda motor matic dalam kondisi terbalik di tengah jalan.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Dekai.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Tim Intelmob Kompi 3 Batalyon B Pelopor bersama personel Polsek Dekai bergerak menuju lokasi sekitar pukul 23.15 WIT.

Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus penyisiran di sekitar lokasi.

Setelah mengikuti jejak darah yang ditemukan di sekitar TKP, tim gabungan akhirnya menemukan jenazah korban di teras salah satu rumah warga.

Jenazah tersebut ditemukan pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 00.10 WIT.

Hingga saat ini, berbagai informasi terkait peristiwa kekerasan dan kematian di Yahukimo masih menjadi perhatian aparat keamanan. Klaim pihak TPNPB-OPM terkait tiga warga sipil dan anggota Brimob tersebut juga masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut melalui penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

Situasi keamanan di wilayah Yahukimo pun terus menjadi perhatian, terutama karena wilayah tersebut sebelumnya juga mengalami sejumlah insiden kekerasan bersenjata.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular