spot_img
spot_img
HeadlinesTragedi di Muara Betcbamu: 8 Orang Naik Perahu, Hanya 1 Berhasil Selamat

Tragedi di Muara Betcbamu: 8 Orang Naik Perahu, Hanya 1 Berhasil Selamat

Perahu ketinting tenggelam dihantam ombak di Muara Betcbamu, Asmat, Minggu 6 September 2026. Satu penumpang selamat, tujuh masih dicari.

Must read

Asmat — Suasana duka menyelimuti keluarga dan masyarakat di Kabupaten Asmat setelah sebuah perahu ketinting yang membawa delapan orang tenggelam di perairan Muara Betcbamu, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 06.30 WIT.

Dari delapan penumpang yang berada di dalam perahu, satu orang berhasil menyelamatkan diri. Sementara tujuh lainnya hingga kini masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Peristiwa ini terjadi setelah perahu ketinting tersebut dihantam ombak saat memasuki kawasan Muara Betcbamu. Perahu yang sebelumnya berangkat dari Kali Wen pada Sabtu (5/9/2026) sore itu kemudian terbalik dan tenggelam.

Rencananya, perahu tersebut akan tiba di Distrik Kamur pada Minggu pagi.

Satu Penumpang Berhasil Selamat

Salah satu penumpang, Ebestina Kuwaito (34), berhasil menyelamatkan diri setelah perahu tenggelam.

Ebestina kemudian ditemukan oleh nelayan setempat. Ia langsung dibawa ke Puskesmas Yow untuk mendapatkan penanganan.

Namun, kabar tersebut belum sepenuhnya membawa kelegaan bagi keluarga korban. Enam orang dewasa dan satu anak masih belum diketahui keberadaannya.

Tujuh penumpang yang masih dalam pencarian yakni Anton Yod (35), Lina Kamur, Sabas Kamus, Beni Kuwaito, Bela Yod (4), Gilang Yod (6 bulan), dan Tekla Yod (2).

Di antara mereka terdapat Gilang Yod yang masih berusia enam bulan. Kondisi tersebut membuat pencarian menjadi perhatian serius bagi keluarga maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Tim SAR Langsung Bergerak

Begitu menerima laporan mengenai peristiwa tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika I Wayan Suyatna, S.H., M.M., melalui Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat Wagianto, langsung mengerahkan tim SAR gabungan menuju lokasi.

Tim yang diberangkatkan terdiri dari Rescuer Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat, personel TNI AL, serta Polairud Asmat.

Untuk mencapai lokasi kejadian, tim menggunakan RIB 85 PK Basarnas.

Penyisiran dilakukan untuk menemukan tujuh penumpang yang masih hilang setelah perahu tenggelam.

Keluarga dan Warga Ikut Membantu Pencarian

Operasi pencarian tidak hanya dilakukan oleh tim SAR.

Keluarga korban bersama masyarakat setempat juga ikut menyisir kawasan sekitar lokasi kejadian. Mereka berharap tujuh penumpang yang masih hilang dapat segera ditemukan.

Hingga Minggu pagi (6/9/2026), pencarian masih terus berlangsung.

Tim SAR gabungan juga memperluas area penyisiran di sekitar Muara Betcbamu, dengan tetap memperhatikan kondisi perairan dan keselamatan seluruh personel yang terlibat.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat melakukan perjalanan menggunakan perahu di wilayah perairan Papua, terutama ketika kondisi gelombang sedang tidak bersahabat.

Untuk saat ini, harapan keluarga dan masyarakat hanya satu: tujuh penumpang yang masih dicari bisa segera ditemukan dan mendapatkan kepastian.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular