spot_img
spot_img
Scoop3 Truk Bantuan Pemprov Papua Tiba di Mandala, Ternyata Ini yang Masih...

3 Truk Bantuan Pemprov Papua Tiba di Mandala, Ternyata Ini yang Masih Kurang!

Pemprov Papua menyalurkan tiga truk bantuan untuk korban kebakaran Mandala, Jayapura. Pengungsi masih membutuhkan kasur, pakaian, susu bayi dan perlengkapan mandi.

Must read

JAYAPURA — Hari ketiga setelah kebakaran melanda kawasan Mandala, Kota Jayapura, perhatian terhadap warga yang masih bertahan di pengungsian terus dilakukan.

Pemerintah Provinsi Papua turun langsung membantu dengan menyalurkan tiga truk bantuan berisi kebutuhan dasar untuk warga yang terdampak kebakaran.

Bantuan tersebut diserahkan dan ditinjau langsung pada Rabu (2/9/2026). Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait bersama sejumlah pejabat Pemprov Papua datang ke lokasi pengungsian untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan kebutuhan mereka masih terpenuhi.

Hingga Rabu, sejumlah warga terdampak masih bertahan di tenda-tenda pengungsian yang berada di sekitar Lapangan Mandala, Kota Jayapura.

Christian mengatakan bantuan yang dikirim bukan sekadar berdasarkan perkiraan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan yang disampaikan dari lokasi pengungsian.

“Bantuan yang kami berikan sesuai dengan apa yang dibutuhkan para korban kebakaran saat ini,” kata Christian saat menyerahkan bantuan, Rabu (2/9/2026).

Ada Kebutuhan yang Masih Kurang

Sebelum bantuan dikirim, Pemprov Papua berkoordinasi dengan pengelola posko untuk mengetahui apa saja yang paling dibutuhkan warga.

Setelah memasuki hari ketiga pascakebakaran, ternyata masih ada sejumlah kebutuhan sehari-hari yang belum terpenuhi.

Beberapa di antaranya adalah pakaian dalam, susu bayi, perlengkapan mandi, sikat gigi, pasta gigi, dan ember.

Menurut Christian, kebutuhan yang terlihat sederhana tersebut justru sangat penting bagi warga yang kehilangan banyak barang akibat kebakaran.

“Yang masih kurang adalah hal-hal yang berkaitan dengan pakaian dalam. Bagi masyarakat yang mau membantu, yang saya sampaikan ini merupakan bagian yang perlu kita suport,” ujarnya.

Kasur Juga Masih Jadi Kebutuhan

Selain perlengkapan sehari-hari, kebutuhan kasur bagi para pengungsi juga masih cukup besar.

Pemprov Papua mencatat jumlah warga yang terdampak kebakaran mencapai lebih dari 3.000 jiwa. Sementara itu, kasur yang tersedia saat ini baru sekitar 1.000 unit.

Artinya, masih ada kebutuhan kasur yang cukup banyak untuk warga yang harus tidur dan beristirahat di tempat pengungsian.

Meski begitu, pemerintah menyebut kekurangan tersebut akan dipenuhi secara bertahap seiring bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan.

Stadion Utama Papua Disiapkan

Untuk membantu penanganan warga terdampak, Pemprov Papua juga membuka fasilitas Stadion Utama Papua sebagai salah satu lokasi pendukung pengungsian.

Sejumlah fasilitas di stadion tersebut sudah mulai diaktifkan, termasuk layanan air bersih.

Pemerintah berharap kondisi kesehatan warga selama berada di pengungsian tetap terjaga.

“Kita berharap pascakejadian hari ini dan beberapa hari ke depan tidak ada pengungsi yang sakit,” kata Christian.

Kebersihan lingkungan pengungsian juga menjadi perhatian. Pemprov Papua menyediakan kantong plastik sampah agar warga memiliki tempat membuang sampah dan lingkungan sekitar tetap terjaga.

Langkah ini penting karena jumlah warga yang berkumpul di pengungsian cukup banyak. Jika kebersihan tidak diperhatikan, persoalan baru seperti gangguan kesehatan bisa saja muncul.

Keluarga Boleh Datang, Tapi Jangan Membebani Pengungsi

Christian juga mengimbau masyarakat maupun keluarga pengungsi yang datang untuk tetap memperhatikan kondisi warga yang sedang menjalani masa pengungsian.

Menurutnya, kehadiran keluarga tentu diperbolehkan, tetapi jangan sampai justru menambah beban bagi warga yang sedang berusaha bertahan dalam kondisi sulit.

“Kita imbau masyarakat, ada keluarga yang datang silakan saja, tetapi jangan juga membebani mereka yang ada di sini,” ujarnya.

Pemprov dan Pemkot Mulai Pikirkan Masa Pemulihan

Penanganan korban kebakaran, menurut Christian, tidak boleh berhenti hanya karena masa tanggap darurat selesai.

Pemprov Papua bersama Pemerintah Kota Jayapura mulai menyiapkan langkah lanjutan untuk membantu warga menghadapi masa pemulihan.

Kebutuhan warga bahkan mulai dipetakan untuk satu hingga dua pekan ke depan.

“Pemda kota dan Pemprov juga sedang melihat langkah-langkah lain untuk penanganan pascakebakaran. Karena pascanya satu minggu atau dua minggu,” jelasnya.

Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan barang-barang akibat kebakaran, masa setelah api padam justru menjadi perjuangan baru.

Karena itu, pemerintah berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir, bukan hanya dalam bentuk makanan dan barang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga bantuan yang dapat membantu warga melewati masa pemulihan hingga mereka bisa kembali menjalani kehidupan secara lebih normal.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular