JAYAPURA – Suasana di Kota Jayapura mendadak panas pada Jumat (29/5/2026) setelah ratusan massa turun ke jalan untuk melakukan aksi demo menolak proyek strategis nasional (PSN). Aksi yang berlangsung di sejumlah titik ini langsung menyita perhatian warga karena arus lalu lintas sempat terganggu dan aparat keamanan ikut berjaga ketat di lokasi.
Massa aksi terlihat membawa spanduk dan poster berisi penolakan terhadap PSN yang dianggap berpotensi mengancam lingkungan serta kehidupan masyarakat adat Papua. Mereka juga meneriakkan berbagai aspirasi saat long march berlangsung di pusat Kota Jayapura.
Demo tersebut digelar sejak pagi hari dan diikuti oleh mahasiswa, aktivis lingkungan, hingga sejumlah elemen masyarakat. Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Beberapa peserta aksi menyampaikan bahwa mereka meminta pemerintah lebih terbuka terhadap masyarakat sebelum menjalankan proyek-proyek besar di Papua. Selain itu, massa juga menuntut agar hak masyarakat adat dan kelestarian alam menjadi prioritas utama.
Akibat aksi itu, aktivitas kendaraan di beberapa ruas jalan Kota Jayapura sempat mengalami kemacetan. Meski begitu, situasi secara umum masih terkendali hingga siang hari.
Aksi penolakan PSN di Papua sendiri belakangan makin sering muncul dan menjadi perhatian publik, terutama setelah berbagai kelompok masyarakat mulai menyuarakan kekhawatiran terkait dampak sosial dan lingkungan dari proyek-proyek besar yang direncanakan pemerintah.





