PAPUA BARAT — Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) bikin cukup kaget nih, guys. Jumlah penduduk yang bekerja di sektor formal di Provinsi Papua Barat sepanjang tahun 2024 tercatat cuma mencapai 107.717 jiwa. Data ini dipublikasikan pada Minggu (25/5/2026) lewat laporan Databoks Katadata.
Yang bikin makin jadi sorotan, angka tersebut ternyata jadi yang paling rendah dalam delapan tahun terakhir sejak 2015. Bahkan, jumlah pekerja formal di Papua Barat turun drastis sampai 53,67 persen dibanding tahun 2023.
Kalau dilihat dari perjalanan datanya, jumlah pekerja formal di Papua Barat memang sempat naik turun. Tahun 2023 bahkan jadi puncak tertinggi dengan jumlah mencapai 232.485 jiwa. Tapi di tahun 2024 malah langsung jeblok cukup dalam.
Secara nasional, posisi Papua Barat juga ikut merosot. Tahun sebelumnya provinsi ini masih ada di peringkat 30 nasional, tapi sekarang turun jadi posisi 35 dari seluruh provinsi di Indonesia. Di wilayah Pulau Papua sendiri, Papua Barat yang sebelumnya langganan posisi kedua kini turun ke urutan ketiga jumlah pekerja formal terbanyak.
Sementara itu, Provinsi Papua tercatat jadi wilayah dengan jumlah pekerja formal tertinggi di Pulau Papua pada 2024 dengan total 196.010 jiwa. Disusul Papua Barat Daya di posisi kedua dengan 128.163 jiwa.
Di sisi lain, Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan jumlah pekerja formal paling sedikit di wilayah Papua, yakni hanya 42.726 jiwa sepanjang 2024.
Data ini juga memperlihatkan kalau tren ketenagakerjaan formal di Papua Barat masih menghadapi tantangan serius. Rata-rata penurunan tahunan dalam jangka panjang tercatat sekitar 4,62 persen. Kondisi ini jadi perhatian karena sektor formal biasanya identik dengan pekerjaan yang lebih stabil dan memiliki perlindungan kerja lebih baik.





