Timika, Mambruks.com – Harapan ratusan generasi muda Papua untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui program Beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) segera memasuki tahap akhir. Dalam waktu dekat, YPMAK akan mengumumkan hasil seleksi Calon Mahasiswa Amungme dan Kamoro (Cama Amor) Tahun 2026 yang akan melanjutkan studi di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.
Dari 194 peserta yang mengikuti proses seleksi, hanya 15 orang dengan nilai terbaik yang akan dinyatakan lolos dan memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri tersebut.
Persaingan Seleksi Tahun Ini Semakin Ketat
Program beasiswa tahun 2026 difokuskan pada pengiriman mahasiswa ke UPN Veteran Yogyakarta melalui jalur kerja sama antara YPMAK dan pihak universitas.
Dengan kuota yang hanya tersedia untuk 15 orang, persaingan menjadi jauh lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Bagi masyarakat Amungme, Kamoro, serta lima suku kekerabatan di Kabupaten Mimika, pengumuman ini menjadi momen yang sangat dinantikan karena membuka peluang besar bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi di bidang-bidang strategis.
Fokus pada Bidang Teknik dan Pertambangan
Wakil Ketua Pengurus YPMAK Bidang Perencanaan Program, Feri Magai Uamang, mengatakan peserta yang lolos nantinya akan menempuh pendidikan pada program studi yang berkaitan dengan teknik dan pertambangan.
Menurutnya, proses seleksi telah selesai dilaksanakan di Timika oleh tim dari UPN Veteran Yogyakarta, sementara hasilnya dijadwalkan diumumkan dalam waktu dekat.
“Tahun ini kami hanya menyeleksi 15 calon mahasiswa untuk kuliah di UPN Veteran Yogyakarta. Tes sudah dilaksanakan dan hasilnya akan diumumkan pekan ini,” ujar Feri.
Ia menjelaskan, pengumuman dilakukan secara serentak bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti program kemitraan dengan UPN Veteran Yogyakarta.
Kuota Berkurang karena Penyesuaian Pendanaan
Feri menjelaskan berkurangnya jumlah penerima beasiswa bukan disebabkan minimnya minat ataupun kualitas peserta.
Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan penyesuaian anggaran yayasan yang masih terdampak situasi operasional PT Freeport Indonesia (PTFI), sebagai sumber Dana Kemitraan yang dikelola YPMAK.
Meski telah dilakukan pembahasan mengenai penambahan anggaran dalam berbagai forum, hingga kini kondisi pendanaan belum memungkinkan untuk meningkatkan kuota seperti tahun-tahun sebelumnya.
Jalur Beasiswa Prestasi Tetap Dibuka
Di tengah keterbatasan kuota program UPN Veteran Yogyakarta, YPMAK memastikan kesempatan memperoleh bantuan pendidikan tetap tersedia.
Putra-putri Orang Asli Papua (OAP) maupun lima suku kekerabatan yang berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur mandiri masih dapat mengajukan Program Beasiswa Prestasi yang disediakan YPMAK.
Feri menegaskan pihaknya akan terus berupaya membantu mahasiswa Papua yang berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
“Kami memahami bahwa masuk PTN bukan perkara mudah. Karena itu kami akan berusaha mencari jalan agar mereka tetap memperoleh dukungan pendidikan,” katanya.
Seleksi Diawasi Langsung Rektor UPN Veteran
Seleksi Calon Mahasiswa Amungme dan Kamoro dilaksanakan pada 19 Juni 2026 di Sekolah Taruna Papua, Timika.
Sebanyak 194 peserta mengikuti serangkaian tes yang meliputi ujian tulis dan wawancara berbasis kemampuan skolastik untuk mengukur penalaran, logika, serta kesiapan akademik calon mahasiswa.
Proses seleksi turut diawasi langsung oleh Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Efendi, M.Si., bersama tim akademik universitas.
Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan objektif, transparan, dan sesuai standar perguruan tinggi.
Komitmen YPMAK Bangun SDM Papua
Program beasiswa ini merupakan bagian dari kerja sama antara YPMAK sebagai pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia dengan UPN Veteran Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua.
Melalui program ini, YPMAK berharap semakin banyak generasi muda Papua yang memiliki kompetensi di bidang teknik, pertambangan, dan sektor strategis lainnya sehingga mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa depan.





