YAHUKIMO – Proses evakuasi dua warga sipil Orang Asli Papua (OAP) yang menjadi korban kekerasan kelompok bersenjata di Kabupaten Yahukimo berlangsung cukup menegangkan.
TNI melalui Satuan Tugas Habema berhasil mengevakuasi jenazah pasangan suami istri yang menjadi korban kekerasan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Peristiwa kekerasan tersebut terjadi pada Senin, 20 Juli 2026.
Dalam proses pencarian dan evakuasi korban, tim TNI bahkan sempat terlibat kontak senjata dengan kelompok bersenjata yang berada di sekitar lokasi.
Informasi tersebut disampaikan Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, dalam konferensi pers di Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (23/7/2026).
Identitas Pasutri Mulai Terungkap
Mayjen Yudha menjelaskan, dua jenazah yang berhasil dievakuasi diketahui merupakan pasangan suami istri.
Keduanya masing-masing bernama Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan istrinya, Pam Wendakwe.
Sementara satu korban lainnya diketahui merupakan seorang perempuan dari Suku Unaukam. Namun, identitas lengkap perempuan tersebut masih dalam proses penyelidikan.
“Untuk identitas satu jenazah lainnya, baru diketahui seorang perempuan dari Suku Unaukam dan identitas lengkapnya masih dalam penyelidikan,” ujar Mayjen Yudha.
Hingga saat ini, TNI baru berhasil mengevakuasi dua jenazah pasutri tersebut. Sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian.
Lokasi Berjarak 65 Kilometer dari Yahukimo
Lokasi kejadian berada di wilayah Distrik Seradala, sekitar 65 kilometer dari pusat Kabupaten Yahukimo.
Medan menuju lokasi disebut cukup ekstrem dan sulit dijangkau.
Tim TNI awalnya menemukan jejak darah di sekitar lokasi. Jejak tersebut kemudian ditelusuri hingga mengarah ke lokasi ditemukannya para korban.
Namun, proses pencarian tersebut tidak berjalan mudah.
Sekitar pukul 11.20 WIT hingga 11.40 WIT, tim TNI sempat terlibat kontak senjata dengan kelompok OPM yang berada di sekitar lokasi.
“Awalnya kami menemukan jejak darah terlebih dahulu lalu menelusurinya. Setelah itu, sekitar pukul 11.20 WIT hingga 11.40 WIT, terjadi kontak tembak dengan OPM. Mereka sudah menunggu kita, namun alhamdulillah kita bisa mengantisipasi hal tersebut,” jelas Mayjen Yudha.
Kondisi Korban Sangat Memprihatinkan
Setelah berhasil menemukan korban, tim TNI kemudian melakukan proses evakuasi.
Mayjen Yudha menyebut kondisi jenazah pasangan suami istri tersebut sangat memprihatinkan.
“Jenazah ditemukan dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi,” tegasnya.
Dua jenazah kemudian berhasil dievakuasi ke RSUD Dekai dan tiba sekitar pukul 14.30 WIT untuk menjalani proses visum.
Setelah proses tersebut selesai, jenazah akan diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk penanganan selanjutnya.
Dalam proses evakuasi tersebut, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli juga disebut hadir secara langsung untuk memantau proses evakuasi korban.
TNI Bantah Korban Mata-mata
Terkait klaim kelompok OPM yang menyebut ketiga korban merupakan bagian dari intelijen TNI, Mayjen Yudha membantah tudingan tersebut.
Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat Papua menjadi salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan tugas TNI di wilayah tersebut.
“Keselamatan dan keamanan masyarakat, rakyat Papua, adalah prioritas utama kami,” tutupnya.
Sementara itu, proses pencarian terhadap satu korban lainnya masih terus dilakukan.
Aparat juga masih mendalami seluruh informasi terkait kejadian kekerasan yang menewaskan tiga warga sipil OAP di wilayah Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.
Kondisi keamanan di sekitar lokasi juga menjadi perhatian aparat, mengingat medan yang sulit dan adanya potensi ancaman dari kelompok bersenjata.





