TIMIKA – Kabar duka kembali datang dari wilayah pegunungan Papua. Tiga warga sipil Orang Asli Papua (OAP), termasuk sepasang suami istri, dilaporkan tewas dalam insiden penembakan di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Senin (20/7/2026).
Peristiwa tersebut diduga melibatkan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo.
Informasi awal yang diterima menyebutkan, kelompok yang diduga terlibat disebut berada di bawah pimpinan Kopitua Heluka yang dikenal sebagai Danops Kodap Yahukimo.
Sementara itu, pihak yang mengatasnamakan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB sebelumnya menyampaikan klaim tanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Dalam pernyataannya, kelompok tersebut mengklaim telah menembak tiga warga sipil yang mereka tuduh sebagai mata-mata aparat keamanan.
Namun, tuduhan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Aparat penegak hukum juga masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi dan pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Sepasang Suami Istri Disebut Jadi Korban
Ketiga korban dilaporkan merupakan warga sipil asli Papua.
Dua di antaranya disebut sebagai pasangan suami istri, yakni Kumis Kogoya bersama istrinya. Sementara satu korban lainnya merupakan seorang perempuan dari Suku Unaukam.
Ketiganya dilaporkan menjadi korban dalam aksi kekerasan yang terjadi di wilayah Distrik Seradala, Yahukimo.
Peristiwa tersebut menambah keprihatinan terhadap kondisi keamanan di sejumlah wilayah pegunungan Papua, khususnya ketika warga sipil ikut menjadi korban kekerasan.
Koops Habema Sampaikan Duka Cita
Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga tiga korban.
Koops Habema menilai kekerasan terhadap warga sipil merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyampaikan bahwa pihaknya turut berduka atas meninggalnya para korban.
Menurutnya, masyarakat seharusnya dapat menjalani kehidupan tanpa rasa takut terhadap ancaman kekerasan.
Koops TNI Habema juga menyatakan akan terus melakukan langkah penegakan hukum secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Aparat Kejar Pelaku
Pasca kejadian tersebut, Koops TNI Habema bersama aparat terkait terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap kronologi kejadian secara lengkap sekaligus memastikan proses hukum dapat berjalan.
Aparat juga terus berupaya memberikan perlindungan kepada masyarakat yang melakukan aktivitas sehari-hari di wilayah Yahukimo.
Menurut Koops TNI Habema, situasi keamanan yang kondusif sangat penting untuk mendukung kehidupan masyarakat.
Jika kondisi keamanan terjaga, pelayanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan lebih baik.
Masyarakat Diimbau Tetap Tenang
Masyarakat juga diimbau agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
Aparat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan damai di Papua.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (20/7/2026) ini kembali menjadi perhatian karena menyasar warga sipil di wilayah pegunungan Papua.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak dan mendalami kronologi lengkap kejadian.
Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap secara jelas siapa saja yang terlibat serta memastikan proses hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.





