JAYAPURA – Situasi di wilayah Korowai dan Yahukimo, Papua Pegunungan, lagi-lagi bikin geger publik. Satu orang pendulang emas ilegal dilaporkan tewas dalam operasi yang diklaim dilakukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Informasi itu muncul lewat siaran pers yang dirilis pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, bilang kalau operasi itu dijalankan pasukan Kodap XVI Yahukimo di bawah pimpinan Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue. Mereka mengklaim korban merupakan bagian dari jaringan intelijen militer Indonesia yang menyamar sebagai pendulang emas ilegal.
Menurut keterangan TPNPB, operasi tersebut berlangsung sejak 17 sampai 23 Mei 2026 di kawasan tambang emas ilegal Korowai dan Yahukimo. Kelompok itu juga bilang aksi tersebut dilakukan sebagai balasan atas tewasnya dua anggota mereka beberapa waktu lalu.
Nggak cuma itu, TPNPB juga mengaku kalau pasukan mereka masih standby di beberapa titik yang dianggap jadi pusat aktivitas tambang ilegal. Mereka bahkan menyebut operasi masih terus berjalan sampai sekarang.
Sampai berita ini naik, belum ada pernyataan resmi dari pihak aparat keamanan soal klaim yang disampaikan TPNPB tersebut. Tapi yang jelas, kondisi di Yahukimo dan Korowai belakangan memang lagi super tegang gara-gara konflik bersenjata dan maraknya aktivitas tambang emas ilegal di wilayah pedalaman Papua.
Sebelumnya, wilayah Yahukimo juga sempat jadi sorotan setelah beberapa insiden penyerangan terhadap pendulang emas terjadi dan bikin warga ketakutan hingga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Situasi ini bikin banyak pihak minta agar konflik di Papua segera diselesaikan supaya masyarakat sipil nggak terus jadi korban.





