JAYAPURA – Di saat banyak kota sudah sibuk ngomongin AI, internet super cepat, dan teknologi canggih, ternyata masih ada puluhan kampung di Papua yang hidup tanpa listrik. Fakta ini terjadi di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, di mana sebanyak 47 kampung sampai sekarang belum menikmati aliran listrik sama sekali.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Papua mengungkapkan kalau dari total 60 kampung di Mamberamo Raya, baru 13 kampung yang sudah menikmati listrik. Itu pun cuma dua titik yang benar-benar dialiri listrik PLN. Sisanya masih bergantung pada bantuan program listrik dari Pemerintah Provinsi Papua.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas ESDM Papua, Karsudi, mengatakan kondisi geografis jadi tantangan terbesar. Banyak kampung berada di wilayah terpencil, sulit dijangkau, dan masih terisolasi dari akses jalan utama. Karena itu pemerintah mulai fokus mengembangkan listrik komunal atau listrik desa untuk wilayah pedalaman.
Selama ini, solusi yang paling sering dipakai adalah panel surya atau tenaga matahari. Tapi ke depan, Pemprov Papua juga mau memanfaatkan aliran Sungai Mamberamo untuk membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Cara ini dianggap lebih cocok karena wilayah Mamberamo punya banyak sungai besar yang mengalir sepanjang tahun.
Pemerintah sekarang sedang mendorong program besar bernama “Papua Terang 2030”. Targetnya, semua kampung di Papua bisa menikmati listrik sebelum tahun 2030. Namun untuk mewujudkan itu, dibutuhkan anggaran sekitar Rp1,7 triliun dan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Secara keseluruhan, Papua memang masih menghadapi masalah pemerataan listrik. Dari total 999 kampung di Papua, masih ada 212 kampung yang belum teraliri listrik. Kondisi ini bikin banyak aktivitas masyarakat jadi terbatas, mulai dari belajar malam hari, akses internet, layanan kesehatan, sampai aktivitas ekonomi warga.
Banyak warga berharap program Papua Terang 2030 bukan cuma janji di atas kertas. Karena bagi masyarakat pedalaman Papua, listrik bukan sekadar lampu menyala, tapi juga harapan untuk hidup yang lebih maju, pendidikan yang lebih baik, dan masa depan yang lebih terang.





