spot_img
spot_img
HeadlinesTokoh Papua Datangi Kang Dedi Mulyadi! Obrolannya Bikin Publik Papua Auto Penasaran

Tokoh Papua Datangi Kang Dedi Mulyadi! Obrolannya Bikin Publik Papua Auto Penasaran

Sejumlah pendeta dan akademisi asal Papua menemui Kang Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang. Mereka membahas pembangunan Papua berbasis budaya dan masa depan generasi muda Papua.

Must read

SUBANG – Suasana di Lembur Pakuan, Subang, mendadak jadi sorotan setelah sejumlah pendeta dan akademisi asal Papua datang langsung menemui Kang Dedi Mulyadi atau yang akrab dipanggil KDM. Pertemuan ini ternyata bukan sekadar silaturahmi biasa, tapi ngobrol serius soal masa depan pembangunan Papua.

Rombongan yang datang berasal dari komunitas profesional global Analisis Papua Strategis (APS). Mereka sengaja menemui KDM buat diskusi tentang konsep pembangunan baru di Papua yang lebih mengangkat budaya lokal dan kearifan masyarakat adat, bukan cuma fokus pembangunan fisik semata.

Ketua APS, Laus Rumayom, yang juga akademisi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih, bilang kalau Papua butuh pendekatan pembangunan yang lebih “dekat dengan budaya rakyat”. Menurutnya, pembangunan di Papua nggak bisa cuma pakai pendekatan keamanan atau proyek teknokrasi saja, tapi juga harus menghargai etnosains dan cara hidup masyarakat adat Papua.

Mereka menilai cara Kang Dedi Mulyadi menjaga budaya dan tradisi di Jawa Barat bisa jadi inspirasi buat diterapkan di Papua. Karena itu, APS juga sekaligus mengundang KDM untuk hadir sebagai pembicara utama dalam Konferensi Tahunan APS yang bakal digelar di Jayapura. 🌏✨

KDM sendiri menyambut hangat kedatangan rombongan tersebut. Dalam diskusi santai tapi serius itu, ia bilang kalau budaya masyarakat Papua sebenarnya punya nilai pengetahuan tinggi yang sering diremehkan orang luar. Contohnya rumah pohon suku Korowai yang menurutnya adalah bentuk “sains tradisional” karena dibuat selaras dengan alam tanpa merusak lingkungan. 🌿🏠

Kang Dedi juga menyoroti cara pandang banyak orang terhadap Papua yang sering dianggap tertinggal. Menurutnya, masyarakat Papua punya pola hidup yang berbeda karena alam mereka masih sangat kaya. Jadi, standar kehidupan industrial yang dipakai di kota besar nggak bisa langsung dipaksakan begitu saja ke Papua.

Selain itu, KDM mendorong generasi muda Papua supaya fokus menguasai sektor strategis yang sesuai dengan kekayaan daerahnya sendiri. Mulai dari pertambangan, kelautan, transportasi, ekologi, sampai pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan. Ia juga mengingatkan supaya pembangunan Papua jangan terlalu dipenuhi konflik politik yang bikin anak muda susah berkembang. 💪🌊

Pertemuan tersebut juga dihadiri Pendeta Cirenei yang selama ini aktif mendampingi generasi muda Papua lewat pendekatan sosial dan kebangsaan. Suasana diskusi disebut berlangsung hangat dan penuh harapan soal masa depan Papua yang lebih maju tapi tetap menjaga akar budaya dan identitas masyarakat adat.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular