SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura mulai Jumat (7/8/2026) memindahkan pasien yang diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari tenda darurat di halaman RSUD Yowari ke sejumlah rumah sakit rujukan di Kota Jayapura.
Pemindahan ini dilakukan untuk memastikan pasien mendapatkan tempat perawatan yang lebih nyaman sekaligus mendukung proses pemulihan kesehatan.
Bupati Jayapura Yunus Wonda mengatakan keputusan tersebut diambil karena kondisi cuaca mulai memburuk dan memasuki musim penghujan.
Pasien yang masih dirawat di tenda dinilai cukup rentan. Hujan, angin kencang, genangan air hingga kondisi sanitasi yang kurang memadai dikhawatirkan justru menimbulkan gangguan kesehatan baru.
“Kami fokus menyelesaikan sakit karena dugaan keracunan ini. Namun kalau pasien dibiarkan di tenda dengan genangan air dan sanitasi yang kurang terjaga, bisa muncul penyakit lain. Pasien sudah dalam kondisi lemas, kasihan kalau harus bertahan dalam kondisi seperti itu,” ujar Yunus saat meninjau lokasi FDS bersama Wakil Bupati Jayapura Haris Richard Jocku, Jumat (7/8/2026).
Rumah Sakit Mana Saja yang Disiapkan?
Menurut Yunus, keputusan pemindahan pasien dilakukan setelah pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi bersama tim medis dan dokter dari RSUD Yowari serta wilayah Depapre.
Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura kemudian diminta mengecek ketersediaan tempat tidur di sejumlah rumah sakit di Kota Jayapura.
Beberapa rumah sakit yang disiapkan sebagai lokasi rujukan yaitu:
- RSUD Yowari
- RS Dian Harapan
- RS Marthen Indey
- RS Abepura
Pasien yang sebelumnya masih menjalani perawatan di tenda darurat akan dipindahkan ke ruang perawatan rumah sakit agar mendapatkan penanganan yang lebih baik.
Sementara itu, pasien yang berada di Puskesmas Depapre akan dipindahkan sementara ke Aula Distrik Depapre.
Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Depapre tetap dapat berjalan seperti biasa.
Hotel Tabita Sempat Disiapkan
Pemkab Jayapura sebelumnya juga menyiapkan Hotel Tabita sebagai lokasi alternatif apabila kapasitas rumah sakit rujukan tidak mencukupi.
Namun, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak rumah sakit, ruang perawatan yang tersedia masih dinilai cukup untuk menampung seluruh pasien.
Pemindahan pasien ini diharapkan membuat proses pemulihan korban dugaan keracunan MBG berjalan lebih aman dan nyaman, terutama di tengah kondisi cuaca yang mulai memasuki musim penghujan.





