spot_img
spot_img
ScatteringEmpat Kali Diteror, Kantor Komnas HAM Papua Kembali Disasar Molotov

Empat Kali Diteror, Kantor Komnas HAM Papua Kembali Disasar Molotov

Kantor Komnas HAM Papua kembali diteror dengan dugaan bom molotov di Jayapura. Frits Ramandey menyebut ini sudah menjadi teror keempat.

Must read

JAYAPURA — Suasana di Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua di Jalan Soa Siu, Dok V Bawah, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, mendadak dikejutkan oleh suara ledakan pada Rabu (9/9/2026).

Sebuah botol berisi bahan bakar yang diduga merupakan bom molotov dilemparkan ke arah kantor tersebut saat sejumlah staf sedang melakukan briefing mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan.

Peristiwa ini bukan yang pertama.

Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, menyebut aksi teror tersebut sudah menjadi kejadian yang keempat selama dirinya menjabat.

Bukan Sekali, Kantor Komnas HAM Papua Sudah Berulang Kali Diganggu

Frits mengungkapkan, sebelumnya berbagai bentuk gangguan dan ancaman juga pernah dialami Kantor Komnas HAM Papua.

Mulai dari foto-foto yang ditempel di kantor, foto dirinya yang diletakkan bersama jenazah, aksi pelemparan, hingga pengerusakan. Kini, gangguan kembali terjadi dengan pelemparan benda yang diduga bom molotov.

Menurut Frits, aksi terbaru itu terjadi sekitar pukul 10.10 WIT.

Saat itu, beberapa staf sedang mengikuti briefing di dalam kantor. Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang membuat para pegawai terkejut.

Frits mengatakan, dari kondisi di lokasi, benda yang dilempar diduga kuat merupakan molotov.

“Saya pastikan yang dilempar itu adalah molotov menggunakan botol ukuran satu liter, ada bau bensin terhambur,” ujar Frits.

Dianggap Bukan Sekadar Gangguan

Bagi Frits, kejadian tersebut tidak bisa dianggap sebagai gangguan biasa.

Ia menilai pelemparan molotov merupakan bentuk intimidasi dan teror terhadap Komnas HAM Papua, sekaligus berpotensi mengancam para pekerja kemanusiaan yang menjalankan tugas di Papua.

Karena itu, Frits meminta aparat segera mengungkap siapa pelakunya dan menangkapnya, tanpa melihat latar belakang maupun status orang tersebut.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini penting agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Karena dia sudah meneror lembaga negara. Kalau pelakunya tidak diungkap seperti kasus-kasus sebelumnya maka ini akan menjadi justifikasi untuk orang-orang melakukan kejahatan teror akan terus berkeliaran,” tegasnya.

Frits: Jangan Sampai Dibiarkan

Frits juga mengingatkan bahwa jika aksi teror terhadap lembaga negara dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh pegawai Komnas HAM.

Ia menilai kondisi tersebut juga bisa berpengaruh terhadap kewibawaan negara.

“Ini kalau dibiarkan maka merongrong wibawa kepresidenan Prabowo hari ini,” katanya.

Siapa yang Diduga Berada di Balik Teror?

Ketika ditanya mengenai kemungkinan pelaku, Frits belum menunjuk orang atau kelompok tertentu.

Namun, berdasarkan pola kejadian yang terjadi, ia menduga aksi tersebut dilakukan oleh pihak yang merasa terganggu dengan kerja-kerja kemanusiaan yang selama ini dilakukan Komnas HAM di Papua.

“Dari tipologi kejadian, pelakunya adalah orang-orang yang merasa terganggu dengan kerja-kerja kemanusiaan yang dilakukan oleh Komnas HAM,” tutupnya.

Kini, perhatian tertuju pada aparat penegak hukum untuk mengungkap siapa yang berada di balik aksi tersebut.

Sebab, jika benar ini merupakan bagian dari rangkaian teror yang sudah terjadi berulang kali, maka pertanyaan besarnya bukan hanya siapa pelakunya, tetapi juga mengapa Kantor Komnas HAM Papua terus menjadi sasaran.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular