MIMIKA – Warga Mimika tampaknya harus sedikit lebih sabar buat menikmati berbagai proyek pembangunan di daerah mereka. Pasalnya, sampai pertengahan Mei 2026, banyak proyek infrastruktur di Mimika masih berjalan lambat alias mandek.
Akibat kondisi ini, penyerapan anggaran APBD Kabupaten Mimika juga masih rendah banget. Data terakhir menunjukkan realisasi anggaran baru mencapai sekitar 11,38 persen per 15 Mei 2026.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, menjelaskan kalau lambatnya pembangunan dipicu oleh naiknya harga material bangunan secara nasional yang bahkan mencapai sekitar 22 persen. Belum lagi biaya logistik yang ikut melonjak gara-gara harga bahan bakar naik.
Nggak cuma faktor dalam negeri, kondisi global juga ikut bikin situasi makin berat. Konflik di Timur Tengah dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disebut turut berdampak pada biaya pembangunan di daerah, termasuk di Mimika.
Padahal sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Mimika sudah menyiapkan fokus besar untuk pembangunan infrastruktur tahun 2026. Dinas PUPR Mimika bahkan mengalokasikan anggaran ratusan miliar rupiah untuk pembangunan jalan, jembatan, drainase, air bersih, sampai fasilitas umum lainnya di berbagai distrik.
Beberapa proyek prioritas sebenarnya sudah dirancang, termasuk pembangunan jalan di Distrik Agimuga, kawasan pesisir, dan pedalaman Mimika. Pemerintah juga menargetkan pembangunan infrastruktur dasar jadi salah satu fokus utama pembangunan daerah tahun ini.
Meski begitu, pemerintah meminta masyarakat tetap bersabar karena proses pembangunan tetap akan dilanjutkan secara bertahap sesuai kondisi keuangan dan situasi ekonomi yang ada.
Banyak warga berharap proyek-proyek yang sempat tertunda ini bisa segera dipercepat. Soalnya, pembangunan jalan, air bersih, dan fasilitas publik lainnya sangat penting buat aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama di wilayah pedalaman dan pesisir Mimika yang masih membutuhkan banyak akses pembangunan.





