MIMIKA – Warga Mimika lagi dibuat resah gara-gara harga gas LPG yang tiba-tiba naik gila-gilaan. Kondisi ini bikin banyak masyarakat kesulitan cari gas, apalagi stok di beberapa tempat mulai menipis. Karena situasi makin panas, Polda Papua Tengah akhirnya turun tangan dengan membentuk tim khusus untuk mengawasi distribusi LPG di Mimika.
Tim khusus ini dibentuk supaya distribusi gas bisa lebih terkontrol dan nggak ada lagi oknum yang main curang, seperti penimbunan atau permainan harga di lapangan. Polisi juga mulai memantau jalur distribusi dari agen sampai ke masyarakat supaya pasokan benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan.
Belakangan ini, antrean warga buat beli gas memang makin sering terlihat di beberapa lokasi di Timika. Bahkan ada pembatasan pembelian maksimal satu tabung per keluarga demi menjaga stok tetap tersedia dan nggak cepat habis.
Selain karena distribusi yang tersendat, kenaikan harga LPG juga dipengaruhi kondisi global. Pertamina sebelumnya menjelaskan kalau harga LPG non-subsidi ikut terdampak situasi geopolitik dunia yang bikin biaya pasokan naik secara nasional, termasuk di Papua.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, juga sebelumnya sudah mengingatkan agar tidak ada penimbunan LPG maupun BBM. Pemerintah daerah bahkan meminta masyarakat segera melapor kalau menemukan ada oknum yang sengaja menyimpan stok untuk dijual dengan harga tinggi.
Meski begitu, pemerintah dan Pertamina memastikan kalau pasokan LPG sebenarnya masih diupayakan tetap aman. Tambahan ribuan tabung gas juga mulai didatangkan ke Timika untuk membantu menstabilkan kondisi pasar dan mengurangi kepanikan warga.
Banyak warga berharap pengawasan dari polisi kali ini benar-benar efektif. Soalnya, kalau harga gas terus melonjak, yang paling kena dampaknya tentu masyarakat kecil dan pelaku usaha rumahan yang setiap hari bergantung pada LPG untuk kebutuhan hidup mereka.





