SULSEL – kasus penyelundupan satwa liar kembali bikin publik geram. Puluhan reptil endemik asal Papua ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan saat diamankan petugas di Pelabuhan Makassar. Yang bikin miris, sebagian satwa bahkan dimasukkan ke dalam botol air mineral dan boks sempit tanpa ventilasi layak.
Satwa-satwa tersebut ditemukan di atas KM Sinabung yang baru tiba di Makassar. Petugas Karantina Sulawesi Selatan bersama keamanan kapal menemukan enam boks mencurigakan yang disembunyikan di bawah tempat tidur penumpang kapal. Tidak ada pemilik maupun dokumen resmi karantina yang menyertai satwa tersebut.
Berdasarkan hasil identifikasi bersama BBKSDA Sulawesi Selatan, total ada 93 reptil endemik Papua yang diamankan. Isinya terdiri dari biawak hijau, biawak pohon totol biru, biawak ekor biru, biawak Papua, ular sanca hijau, ular sanca air Papua, dan ular sanca bibir putih.
Petugas menyebut kondisi beberapa satwa sangat memprihatinkan karena mengalami stres dan dehidrasi akibat ruang penyimpanan yang terlalu sempit. Beberapa reptil bahkan nyaris tidak memiliki sirkulasi udara selama perjalanan laut berlangsung.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, mengatakan seluruh satwa hasil penindakan sudah diserahkan ke BBKSDA Sulsel untuk mendapatkan penanganan dan perawatan lebih lanjut sesuai aturan konservasi.
Kasus ini kembali menunjukkan kalau perdagangan satwa liar ilegal masih jadi ancaman serius bagi kelestarian satwa endemik Papua. Jalur transportasi laut disebut masih sering dipakai pelaku untuk menyelundupkan hewan langka keluar daerah.
Pihak Karantina menegaskan pengawasan terhadap lalu lintas satwa akan terus diperketat untuk mencegah penyelundupan ilegal sekaligus melindungi keanekaragaman hayati Indonesia.
Banyak netizen juga ikut geram setelah foto-foto kondisi satwa beredar di media sosial. Banyak yang berharap pelaku penyelundupan bisa segera ditangkap dan dihukum tegas karena dianggap melakukan tindakan tidak manusiawi terhadap satwa liar yang dilindungi





