spot_img
spot_img
HeadlinesPasar Youtefa Terendam Lumpur Usai Hujan, Pedagang Menjerit karena Pembeli Menghilang

Pasar Youtefa Terendam Lumpur Usai Hujan, Pedagang Menjerit karena Pembeli Menghilang

Hujan deras yang mengguyur Kota Jayapura membuat Pasar Induk Youtefa dipenuhi genangan air dan lumpur pada Senin (20/7/2026). Kondisi tersebut membuat aktivitas jual beli sepi dan para pedagang mengeluhkan buruknya drainase pasar.

Must read

JAYAPURA – Hujan deras yang mengguyur Kota Jayapura dan sekitarnya pada Minggu (19/7/2026) kembali meninggalkan persoalan lama di Pasar Induk Youtefa, Distrik Abepura.

Saat dipantau pada Senin (20/7/2026) pagi, hampir seluruh area pasar terlihat dipenuhi genangan air keruh dan lumpur yang membuat aktivitas jual beli terganggu.

Jalan-jalan di dalam pasar berubah menjadi kubangan sehingga menyulitkan pedagang, pembeli, hingga kendaraan yang hendak masuk ke area pasar.

Pembeli Enggan Masuk ke Dalam Pasar

Genangan air yang mencapai sekitar mata kaki menutupi sebagian besar akses utama di dalam pasar.

Air bercampur lumpur membuat kawasan pasar terlihat kumuh dan licin. Banyak kendaraan memilih berhenti di pinggir jalan karena sulit melintas ke bagian dalam pasar.

Kondisi tersebut diduga dipicu oleh saluran drainase yang tidak mampu mengalirkan air hujan dengan baik.

Akibatnya, aktivitas ekonomi di salah satu pasar tradisional terbesar di Jayapura itu pun ikut melambat.

Sejumlah pedagang tetap membuka lapak mereka meski harus berjualan di atas tanah yang becek dan berlumpur.

Beberapa tenda bahkan terlihat tertutup karena hampir tidak ada pembeli yang datang.

Mama Yohana Tetap Bertahan Meski Berjualan di Tengah Lumpur

Di salah satu sudut pasar, seorang pedagang sayur bernama Mama Yohana (59) tampak tetap bertahan menjual dagangannya meski harus duduk di atas tanah yang basah.

Hanya beralaskan karung, ia menjaga tumpukan kangkung yang dijual sambil berharap ada pembeli yang datang.

Di sekeliling lapaknya terlihat genangan air serta tumpukan sampah yang semakin menambah kesan kumuh.

“Beginilah nasib kami kalau hujan datang. Pasar jadi becek, kotor, dan pembeli tidak mau masuk. Sayur kami susah laku, tapi kami tetap harus bertahan supaya bisa makan,” keluh Mama Yohana.

Ia mengaku kondisi seperti ini hampir selalu terjadi setiap kali hujan deras turun.

Drainase Buruk Jadi Keluhan Pedagang

Keluhan serupa juga disampaikan Melani (55), pedagang sayur dan pisang yang setiap hari berjualan di Pasar Youtefa.

Menurutnya, saluran air di dalam pasar sudah lama menjadi persoalan karena tidak mampu menampung debit air hujan.

Akibatnya, air selalu menggenang dan membentuk kubangan besar yang membuat pembeli malas datang.

“Kami cari makan di sini setiap hari. Kalau hujan sedikit saja langsung banjir dan berlumpur. Kami berharap pemerintah atau pengelola pasar segera memperbaiki saluran air dan jalan supaya pasar ini kembali nyaman,” ujarnya.

Pedagang Berharap Ada Solusi Nyata

Hingga berita ini ditulis, genangan air di sejumlah titik Pasar Induk Youtefa masih belum sepenuhnya surut.

Para pedagang hanya bisa berharap cuaca segera cerah agar lumpur mengering dan pembeli kembali berdatangan.

Mereka juga berharap pemerintah maupun pengelola pasar segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki sistem drainase serta akses jalan di dalam pasar, sehingga aktivitas jual beli tidak lagi terganggu setiap kali hujan turun.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular