spot_img
spot_img
ScoopTragis! Gembala Muda GKI Tewas di Intan Jaya. Ditembak Saat Pulang dari...

Tragis! Gembala Muda GKI Tewas di Intan Jaya. Ditembak Saat Pulang dari Pengungsian di Sugapa

Seorang gembala GKI dilaporkan tewas ditembak di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, saat pulang dari pengungsian. TPNPB mengklaim korban ditembak aparat keamanan, namun belum ada tanggapan resmi.

Must read

TIMIKA – Seorang gembala Gereja Kristen Injili (GKI) bernama Elianus Agimbau (20) dilaporkan meninggal dunia akibat penembakan di wilayah Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Korban diketahui sedang kembali menuju Kota Sugapa setelah mengungsi dari kampung halamannya. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada 29 Juni 2026, sementara jenazahnya ditemukan warga sehari kemudian.

Hingga kini belum diketahui secara pasti siapa pelaku penembakan tersebut. Namun, Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, melalui keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (30/6/2026), mengklaim korban ditembak oleh aparat keamanan.

Menurut Sebby, informasi tersebut diperoleh dari Petugas Informasi dan Statistik (PIS) TPNPB yang bertugas di wilayah Sugapa.

Elianus Agimbau yang juga merupakan aparat Kampung Kupia, Distrik Agisiga, saat itu sedang melakukan perjalanan menuju Kota Sugapa bersama rekannya, Sandi Agimbau, setelah meninggalkan lokasi pengungsian.

Keduanya disebut mengalami penembakan di kawasan Pangkalan Ojek Mbamogo, Kampung Mamba, Distrik Sugapa. Elianus meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Sandi Agimbau berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke kawasan hutan.

Sebby mengatakan, jenazah Elianus baru ditemukan warga pada 30 Juni 2026 setelah keluarga memperoleh informasi mengenai lokasi korban. Selanjutnya, jenazah dievakuasi dari semak-semak di sekitar tempat kejadian.

Selain itu, Sebby juga mengklaim dua warga lainnya, yakni Daud Hagismijau dan Kiko Hagismijau, mengalami luka tembak di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, pada tanggal yang sama.

Menurut klaim TPNPB, saat kejadian kedua warga tersebut sedang membantu pembangunan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Titigi bersama umat setempat.

Keduanya kini disebut menjalani perawatan di Gereja Katolik karena diklaim tidak diperbolehkan menjalani perawatan di rumah sakit setelah dituduh sebagai anggota TPNPB.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan terkait klaim yang disampaikan TPNPB mengenai dugaan penembakan tersebut. Kasus ini masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang serta hasil penyelidikan lebih lanjut.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular