MERAUKE — Pembukaan lahan besar-besaran untuk proyek tebu dan pembangunan di Papua Selatan lagi jadi sorotan panas, guys. Banyak warga adat di Merauke mulai khawatir karena hutan yang selama ini jadi sumber hidup mereka perlahan mulai hilang akibat alat berat dan proyek pembukaan lahan.
Dalam laporan yang ditulis Mojok.co, seorang mahasiswa asal Merauke bernama Jeremiah mengaku sedih dan marah melihat kondisi kampung halamannya berubah drastis. Saat kuliah di Yogyakarta, ia sering menerima foto dan video dari keluarga yang memperlihatkan alat berat sedang membabat hutan adat di Papua Selatan.
Menurut organisasi lingkungan Satya Bumi, proyek pembangunan dan food estate di Papua Selatan nggak cuma memakai lahan kosong seperti yang sering diklaim. Dari pantauan satelit awal 2026, lebih dari 15 ribu hektare hutan alam disebut sudah dibuka untuk kebutuhan agrikultur dan perkebunan.
Masalahnya, kawasan yang dibuka itu banyak berupa rawa dan lahan gambut yang punya fungsi penting buat lingkungan. Kalau gambut dikeringkan demi tanam tebu dan padi, dampaknya bisa bikin emisi karbon meningkat dan memperparah perubahan iklim.
Nggak cuma alam yang kena dampak, kehidupan masyarakat adat juga ikut berubah. Hutan sagu yang dulu jadi sumber makanan utama warga mulai tergusur. Hewan buruan makin susah ditemukan, sementara air sungai dan rawa di beberapa kampung disebut berubah keruh kecokelatan akibat aktivitas pembukaan lahan.
Di Kampung Sowa, warga bahkan mengaku anak-anak mulai mengalami gangguan kulit karena kualitas air yang memburuk. Situasi ini bikin masyarakat makin khawatir dengan masa depan lingkungan dan kesehatan mereka.
Sementara itu, sejumlah kelompok masyarakat adat Papua juga mulai melakukan penolakan terhadap perubahan status kawasan hutan yang dianggap dilakukan tanpa persetujuan warga lokal. Beberapa komunitas bahkan mengajukan protes resmi atas perubahan ratusan ribu hektare kawasan hutan menjadi area nonhutan untuk proyek pangan dan perkebunan.
Di media sosial dan forum online, isu kerusakan hutan Papua juga ramai dibahas netizen. Banyak yang khawatir pembangunan besar-besaran di Papua justru mengorbankan alam dan kehidupan masyarakat adat demi kepentingan industri dan proyek nasional.
Meski pemerintah menyebut proyek ini bertujuan meningkatkan pembangunan dan ketahanan pangan nasional, warga berharap pembangunan di Papua tetap memperhatikan kelestarian hutan dan hak masyarakat adat yang sudah turun-temurun menjaga tanah mereka.





