spot_img
spot_img
HeadlinesHarga MinyaKita Katanya Turun, Tapi Warga Papua Masih Ngeluh Mahal! Ada Apa...

Harga MinyaKita Katanya Turun, Tapi Warga Papua Masih Ngeluh Mahal! Ada Apa Sebenarnya?

Menteri Perdagangan mengklaim harga MinyaKita mulai turun secara nasional. Namun di Papua dan Maluku, harga minyak goreng rakyat itu masih tinggi akibat kendala distribusi dan biaya transportasi.

Must read

PAPUA – Pemerintah pusat mengklaim harga minyak goreng rakyat MinyaKita mulai mengalami penurunan di berbagai daerah Indonesia. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan harga rata-rata nasional sekarang berada di kisaran Rp15.800 per liter, mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Tapi kenyataannya, kondisi itu ternyata belum sepenuhnya dirasakan masyarakat di wilayah timur Indonesia, terutama Papua dan Maluku. Di beberapa daerah Papua, harga MinyaKita masih dijual jauh di atas HET dan bikin warga harus keluar uang lebih banyak buat kebutuhan dapur sehari-hari.

Pemerintah sendiri mengakui kalau masalah utamanya bukan karena stok kosong, melainkan distribusi yang masih sulit. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas, bilang tingginya biaya transportasi jadi salah satu penyebab utama harga MinyaKita di Papua belum bisa turun seperti di Jawa dan Sumatra.

Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag menunjukkan harga MinyaKita di sejumlah wilayah Papua masih berada di angka Rp18 ribu sampai Rp20 ribu per liter. Bahkan ada daerah di Maluku yang tembus Rp23 ribu per liter. Angka itu jelas masih jauh dari HET nasional sebesar Rp15.700 per liter.

Meski begitu, pemerintah memastikan stok MinyaKita secara nasional masih aman. Pemerintah juga sudah meminta Bulog dan BUMN pangan lain untuk memperkuat distribusi ke wilayah timur Indonesia supaya harga bisa lebih stabil dan masyarakat tidak terus terbebani.

Budi Santoso juga menegaskan kalau saat ini distribusi minyak goreng melalui BUMN pangan sudah meningkat lebih dari 50 persen. Langkah ini dilakukan supaya rantai distribusi lebih pendek dan harga di tingkat konsumen bisa ditekan.

Di sisi lain, banyak warga mulai memilih beralih ke minyak goreng merek lain karena harga MinyaKita dianggap sudah tidak terlalu murah dibanding produk premium. Beberapa pedagang bahkan menyebut selisih harga dengan minyak goreng biasa sekarang sudah tipis banget.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular