JAYAPURA – Situasi di pedalaman Papua kembali memanas. Delapan pendulang emas dilaporkan tewas setelah terjadi serangan kelompok bersenjata di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Insiden ini langsung bikin suasana mencekam di kawasan pedalaman tersebut.
Menurut keterangan aparat, para korban diduga diserang saat sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di lokasi tersebut. Kelompok bersenjata menuduh para korban sebagai aparat keamanan yang menyamar, namun pihak TNI membantah tuduhan itu dan menegaskan bahwa korban merupakan warga sipil biasa.
Koops TNI Habema menyatakan proses evakuasi korban langsung disiapkan menggunakan helikopter karena lokasi kejadian berada di wilayah pedalaman yang sulit dijangkau lewat jalur darat. Aparat gabungan juga mulai meningkatkan patroli keamanan di sekitar Yahukimo setelah kejadian tersebut.
Pihak aparat mengutuk keras aksi kekerasan terhadap warga sipil itu dan menegaskan akan melakukan pengejaran terhadap pelaku. Situasi keamanan di Yahukimo saat ini disebut masih rawan, meski masih dapat dikendalikan.
Di sisi lain, kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan tersebut. Mereka menyebut aksi itu dilakukan sebagai balasan atas tewasnya anggota mereka dalam operasi sebelumnya.
Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa konflik di Papua masih berdampak besar terhadap masyarakat sipil, terutama warga yang bekerja di wilayah pedalaman dan area tambang tradisional. Dalam beberapa tahun terakhir, konflik bersenjata di Papua memang berkali-kali memakan korban dari kalangan warga biasa.
Banyak masyarakat berharap situasi keamanan di Papua bisa segera membaik supaya warga sipil tidak lagi menjadi korban kekerasan. Karena bagi masyarakat di pedalaman, rasa aman jadi hal paling penting untuk bisa bekerja dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang.





