JAYAPURA – Karya seni bertema Papua akhirnya tampil di panggung internasional! Lima lukisan terbaru karya seniman Indonesia, Maryanto, kini dipamerkan di Museum Arnhem, Belanda, lewat sebuah pameran bertajuk Bakudengar. Pameran ini berlangsung sampai 20 September 2026 dan langsung menarik perhatian banyak pengunjung di Eropa.
Yang bikin menarik, lukisan-lukisan ini bukan cuma soal seni biasa. Semua karya mengangkat cerita tentang Papua, mulai dari hutan yang terus terancam, kehidupan masyarakat adat, sampai isu eksploitasi alam yang selama ini jadi perhatian banyak orang.
Pameran ini digarap bersama Watchdoc Documentary, Femke Schouten, dan Defe dari Yayasan Pusaka. Mereka mencoba membawa suara dan realita Papua lewat bahasa visual supaya bisa dipahami masyarakat dunia.
Suasana pameran disebut penuh nuansa reflektif dan emosional. Pengunjung diajak melihat bagaimana alam Papua yang kaya justru menghadapi banyak tekanan akibat pembangunan besar-besaran dan eksploitasi sumber daya alam.
Nama pameran Bakudengar sendiri punya makna “saling mendengar”. Pesan ini dianggap penting karena selama ini banyak cerita dari Papua yang dinilai jarang benar-benar didengar oleh dunia luar.
Banyak netizen Papua juga merasa bangga karena karya bertema Tanah Papua bisa tampil di museum internasional. Apalagi seni dianggap jadi salah satu cara paling kuat untuk menyampaikan cerita, kritik sosial, dan suara masyarakat tanpa harus banyak bicara.
Pameran ini sekaligus membuktikan kalau cerita tentang Papua bukan cuma jadi perhatian di Indonesia, tapi juga mulai mendapat sorotan lebih luas di dunia internasional lewat jalur seni dan budaya.





