JAYAPURA – Kegagalan Persipura Jayapura promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia benar-benar bikin banyak fans patah hati. Soalnya kalau lihat jalannya pertandingan, Mutiara Hitam sebenarnya tampil lebih dominan dibanding Adhyaksa FC. Tapi sepak bola emang kadang sekejam itu, bro.
Sejak menit awal laga di Stadion Lukas Enembe, Persipura langsung tampil pede dan terus ngegas menyerang pertahanan lawan. Tim asuhan Rahmad Darmawan bahkan lebih banyak menguasai bola dan menciptakan peluang berbahaya lewat Jeam Kelly Sroyer sampai Gunansar Mandowen.
Persipura sebenarnya punya banyak kesempatan buat unggul lebih dulu. Tendangan keras Kelly Sroyer sempat bikin kiper lawan kerja keras, sementara beberapa peluang matang lainnya gagal dikonversi jadi gol. Nah, di sinilah masalah utama Persipura mulai kelihatan: terlalu banyak peluang terbuang.
Pas Persipura lagi asyik menyerang, Adhyaksa FC malah sukses nyolong gol lewat serangan balik cepat di akhir babak pertama. Gol Adilson Silva jadi pukulan telak buat Mutiara Hitam tepat sebelum turun minum.
Masuk babak kedua, Adhyaksa FC langsung main super defensif alias parkir bus total. Hampir semua pemain mereka bertahan di area sendiri dan bikin Persipura frustrasi. Walaupun terus menekan sampai injury time, Persipura tetap nggak mampu membobol gawang lawan.
Kalau lihat statistik, sebenarnya Persipura jauh unggul. Mereka menguasai bola sampai 72 persen dan melepaskan 23 tembakan. Tapi dominasi itu jadi percuma karena cuma sedikit peluang yang benar-benar efektif jadi gol. Sementara Adhyaksa bermain lebih efisien dan disiplin bertahan.
Kegagalan ini makin terasa pahit karena untuk ketiga kalinya secara beruntun Persipura gagal promosi lewat jalur playoff. Banyak fans pun sedih karena Papua dipastikan nggak punya wakil di kasta tertinggi musim depan setelah sebelumnya PSBS Biak juga terdegradasi.
Di media sosial, netizen ramai bilang Persipura sebenarnya kalah bukan karena permainan jelek, tapi karena kurang tajam di depan gawang dan kurang beruntung di momen penting. Bahkan banyak yang menyebut musim ini jadi salah satu musim paling menyakitkan buat Mutiara Hitam.
Meski begitu, dukungan buat Persipura tetap nggak habis. Banyak suporter percaya klub legendaris asal Papua itu bakal bangkit lagi dan suatu saat kembali jadi penguasa sepak bola Indonesia.





